Kerajinan Kaleng Bekas Di Bandung

0 403

Kerajinan Kaleng Bekas Di Bandung

Bermodalkan semangat peduli lingkungan, salah seorang pengrajin kaleng bekas Herdian Sinung mampu menghasilkan karya-karya luar biasa yang punya nilai ekonomis tinggi. Herdian menciptakan karya seni dari kaleng bekas seperti, miniatur-miniatur Vespa, Harley Davidson, Perahu layar dan sebagainya. Tak tanggung-tanggung, berkat ide kreatif itu dalam sebulan bisa menggondol keuntungan puluhan juta rupiah. ’’Awalnya saya gak nyaman aja liat orang buang kaleng sembarangan terus diinjak atau dikasihkan ke pemulung buat digiling gitu aja,’’ katanya di Bandung Craft Art 2015 di Graha Manggala Siliwangi.

Herdian menuturkan, karya seni kaleng bekas ini sudah menjangkau pasar luar negeri, seperti Australia, Malaysia, Singapura, Amerika dan terakhir baru ngirim ke Jerman. Jenis miniature vespa dihargakan Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per buah, Harley Davidson kisaran Rp 350 ribu – Rp 400 ribu dan Kapal layar diberi harga Rp 450 ribu – Rp 600 ribu per buah atau tergantung ukuran. Saat ini yang paling banyak dipesan jenis minatur Vespa. ’’Kaleng-kaleng nya didapat dari hasil mulung di jalan atau di tempat sampah lalu dibersihkan,’’ ujar lajang yng mengaku memiliki keterampilan dari temannya.

Pria lulusan Universitas Sahid Jakarta jurusan Perhotelan ini mengatakan, mengenai proses produksinya, untuk satu miniatur Vespa dalam satu hari bisa menghasilkan 2 – 3 karya. Sedangkan, untuk satu Harley Davidson dan Kapal layar bisa makan waktu 2 hingga 3 hari pengerjaan karena sulit. Sedangkan untuk bahannya, satu miniantur Vespa butuh 15 – 20 lembar bahan kaleng dan Kapal layar butuh 80 lembar bahan kaleng. ’’Mengantisipi tajamnya bahan kaleng, setelah finishing diberi list bekas karet atau bekas kabel,’’ terang hardian yang menekuni kerajinan sejak 6 tahun lalu.

Ia meneyebut di Indonesia ide kreatif mengolah limbah kaleng bekas ini hanya dirinya. Namun, di luar negeri sudah banyak. Oleh sebab itu, kehadiran ke Bandung ini sebenarnya ingin menularkan ide kreatif ini ke semua warga Bandung. Bahkan, seandainya ada yang ingin pelatihan secara khusus pun siap dibantu, dimana pun ia berada dan itu dikerjakan secara sukarela atau gratis. Sebab, misi utamanya menyadarkan masyarakat Indonesia tentang pemanfaatan sampah menjadi punya nilai ekonomis yang tinggi. ’’Sekarang kan lagi trend nih istilah Bank Sampah, tapi mereka kebanyakan karyanya dari bekas bungkus kopi,’’ ucapnya.

Source http://bandungupdate.com http://bandungupdate.com/inspirasi/read/515/22/4/2015/kaleng-bekas-itu-menjadikan-hardian-berpenghasilan-puluhan-juta-per-bulan#.WsMG9Plua1s
Comments
Loading...