Kerajinan Kaleng Di Bireuen

0 133

Kerajinan Kaleng Di Bireuen

Memasuki perkampungan ini disambut suara “tak-tek-tok” dan “ting”. Kebisingan ibarat nyanyian yang bersahut-sahutan itu berasal dari rumah produksi kerajinan tangan berbahan kaleng.

Kecuali saat azan dan hari Jumat, suara itu mengalir ke seluruh gampong sejak pagi hingga sore, menghasilkan karya yang bernilai rupiah. Dilakoni oleh lebih dari 20 kepala keluarga.

Inilah  Dusun Lagang, salah satu dari empat dusun di Gampong Geulanggang Teungoh, Kota Juang, Kabupaten Bireuen, yang dikenal sebagai kampung industri rumah tangga.

Home industry di gampong ini dirintis pada 1965, yang awalnya dibuat hanya untuk memenuhi kehidupan sehari-hari warga seperti penanak nasi, wajan, dan dandang.

Namun seiring perkembangan jaman, kreativitas kerajinan kaleng warga ini pun mulai terkenal. Perlahan, karya mereka mendapat permintaan pasar di wilayah Bireuen, Aceh.

Pada masa kejayaannya, hanya empat  kepala keluarga (KK) yang menggantungkan hidup dari hasil kerajinan industri dan tukang patri kaleng itu. Kemudian diteruskan oleh generasi muda setempat.

Mereka pun menerima pesanan pembuatan dan perbaikan berbagai kerajinan kaleng, seperti siraman alat pertanian, dandang nasi, takaran beras, gayung literan minyak dan gayung kopi.

“Sekarang  kami berusaha mengembangkannya ke bentuk lain sesuai permintaan pasar,” kata Yuliadi (48), ketua salah satu kelompok industri kerajinan kaleng Dusun Lagang, Geulangang Tengoh, kepada Pikiran Merdeka, Kamis, 25 Februari 2016.

Yuliadi mengungkapkan, ia saat ini lebih banyak melayani pembuatan alat-alat pertanian dan perabotan dapur seperti oven, kukusan, cetakan roti, dan dandang nasi berbagai ukuran, yang dibantu empat karyawannya.

Tak hanya Yuliadi, jika menelusuri Dusun Lagang, hampir semua rumah membuka  usaha kerajinan keleng tersebut, seperti Basri, Azhar, Munir, dan Azhari.

Mereka menghasilkan produk berbahan baku seng dan aluminium itu secara manual. Tanpa alat modern. Namun begitu, pangsa pasarnya mampu bertahan di tengah gempuran produk massal pabrikan yang berkembang saat ini.

Mengalirnya pesanan dari berbagai tempat  turut mempertebal kantong para perajin dan karyawan di rumah industri kaleng Lagang.

“Saat ini, modal untuk  menghasilkan sebuah produk serta gaji karyawan bisa mencapai Rp 2 juta setiap hari, termasuk untuk bahan bakunya,” ujar Yuliadi.

Basri, perajian kaleng Dusun Lagang lainnya menerangkan, selama ini pesanan tetap stabil dari berbagai pelosok Aceh walaupun harga beberapa barang terpaksa naik.

“Pengaruh kenaikan ini dipicu bahan baku seng atau aluminium di pasaran naik, sehingga kami terpaksa harus menyesuaikan hargnya,” katanya.

Sejauh ini, produk kerajinan kaleng Dusun Langang, Geulanggang Tengoh, sudah punya pelanggan tersendiri di wilayah Bireuen, Aceh Tengah, Meulaboh, Banda Aceh, Kota Sigli hingga Kota Langsa.

Sesuai perkembangan dan permintaan,  mereka telah  memproduksi oven, dandang nasi, dandang air, wadah cuci piring, timba kaleng, literan minyak, gayung kopi, kaleng penyiram tanaman, cetakan kue, loyang, dan kukusan.

Source https://www.pikiranmerdeka.co https://www.pikiranmerdeka.co/news/ting-kaleng-bireuen-pun-kian-tersohor-2/
Comments
Loading...