Kerajinan Kaligrafi Karung Goni Di Boyolali

0 301

Kerajinan Kaligrafi Karung Goni Di Boyolali

Karung goni tak cuma pembungkus beras atau cabai yang jika sudah dipakai nilai gunanya akan turun. Para perajin kreatif menggunakan bahan baku goni ini untuk membuat sepatu, taplak, hingga kaligrafi yang harganya bisa mencapai Rp 800.000 per unit.

Suryanto, warga asal Boyolali, Jawa Tengah perajin kaligrafi kain goni. Saat membatik kaligrafi di atas kain, ia terpikir membatik kaligrafi di atas karung goni bekas bungkus beras. “Tapi saya kesulitan karena karung goni penuh pori kasar. Apalagi serat kerap bermunculan di tubuhnya,” kata pria berusia 29 tahun ini. Alhasil, ketika menggurat garis kaligrafi dengan canting ia harus sering berhenti untuk melewati pori dan meneruskan ke pori berikutnya.

Jadi, membuat pola kaligrafi pada ukuran 60 x 80 cm. Setelah pola jadi, si goni baru dibatik dengan canting di depan dan di bagian belakang. “Lalu, malamnya dilorot di air mendidih dan diwarnai lagi,” kata Jadi. Melorot adalah kegiatan menghilangkan malam yang melekat pada kain. Kaligrafi selesai, tinggal mewarnai wilayah di seputar kaligrafi.


Ada dua cara pewarnaan, disemprot dan dicelup. Pewarna batik remasol dimasukkan dalam alat semprot dan mulailah penyemprotan. Adapun, pencelupan dilakukan dengan merendam karung goni di larutan remasol.

Jadi Suryanto lebih banyak menggunakan cara penyemprotan karena dengan cara itu ia bisa menggabungkan banyak warna. Proses selesai, batik karung goni sudah jadi dan tinggal dimasukkan dalam pigura.

Jadi membutuhkan waktu 10 hingga 15 hari untuk membuat satu kaligrafi yang harga jualnya Rp 800.000. “Harganya memang cukup mahal, sebab butuh kesabaran tinggi untuk membuatnya,” paparnya. Tak hanya di Boyolali, kaligrafi buatan Jadi sudah sampai ke Jakarta, Bandung, dan Makassar. Dalam sebulan ia mendapatkan pesanan empat kaligrafi.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id http://peluangusaha.kontan.co.id/news/si-goni-bekas-pun-menjadi-lebih-bernilai-1
Comments
Loading...