Kerajinan Kaligrafi Premium 3 Dimensi Di Gresik

0 383

Kerajinan Kaligrafi Premium 3 Dimensi Di Gresik

Sekitar 12 tahun mengais rezeki di Timur Tengah, HA. Banani Ibnu Abbas tidak hanya sukses mendulang riyal. Dia belajar Alquran. Hasilnya, Banani mahir mengukir kaligrafi berkualitas yang kini diminati pejabat dan pengusaha.

Dari jarak beberapa meter, nukilan surah Ar Rahman terlihat menempel di dinding galeri milik Banani Ibnu Abbas, Jalan Sunan Prapen, Kebomas. Ukurannya 3 x 1,5 meter. Dasar beludru hitam membuat lafal ayat Alquran yang berwarna keemasan itu terbaca jelas. Kalau dibaca dari dekat, ayat-ayat langsung tampak beda. Tampilannya menjadi timbul atau 3 dimensi (3D) dengan lengkungan dan ukiran nan indah.

”Kaligrafi ini kami buat dari kayu,” ujar Banani. Itu bukan kaligrafi biasa. Sebab, untuk membuat kaligrafi seukuran tersebut, bapak enam anak ini membutuhkan waktu hingga dua bulan. Kualitasnya premium. Bukti bahwa kaligrafi tersebut merupakan karya seniman berpengalaman.

Dalam usianya yang sudah 68 tahun, Banani menghabiskan waktu untuk menggeluti seni kaligrafi sekitar 25 tahun. Dia memulainya sepulang dari Arab pada 1992. Banani balik kampung setelah Perang Teluk meletus di Timur Tengah waktu itu. Selama di negeri gurun tersebut, dia tidak hanya mengais rezeki, tetapi juga mendalami Alquran. ”Saya tidak hafiz (hafal). Tapi, bisa baca Quran,” kata suami Rubaidah itu merendah.

 

Banani kemudian membuka usaha kaligrafi premium. Ketelatenan dan daya seninya yang tinggi mengangkat karya Banani. Banyak peminatnya. Selain masyarakat Gresik, penggemar kaligrafi dari Surabaya, Jakarta, dan berbagai kota lain sangat menyukainya. Juga pengusaha dari Malaysia dan Singapura. Termasuk beberapa kepala daerah.

Di antaranya, mantan Bupati Gresik Soewarso, Bupati Sambari Halim Radianto, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. ”Bulan lalu, saya kirim ke rumah dinas bupati Banyuwangi,” terang Banani. Abdullah Azwar Anas memesan kaligrafi berukuran 3 x 1,5 meter dengan bacaan Asmaul Husna. ”Sebelumnya, ada pengusaha Jakarta yang pesan,” kata Banani tanpa menyebut identitas pemesannya.

Di Gresik, kaligrafi karya Banani menghiasi musala rumah dinas bupati Gresik di pendapa alun-alun. Kaligrafi tersebut pesanan bupati Gresik periode 1994–2000 Soewarso. Banani membuat kaligrafi 3-D beraneka ukuran. Yang terkecil berukuran 140 cm x 65 cm. Bentuk kaligrafi itu ayat-ayat pendek. Harga kaligrafi bergantung pada ukuran, jenis kayu, dan piguranya.

Untuk ukuran kecil, kaligrafi bisa dikirim lewat jasa pengiriman. Untuk ukuran besar, Banani harus menyewa pikap beserta tenaganya 4 sampai 5 orang. Pemesan terima beres. ”Kaligrafi sudah dalam kondisi terpasang di ruangan,” ungkap Banani yang kemarin mengenakan kopiah dan sarung. Wajahnya semakin berseri-seri setelah seorang pengusaha Gresik menelepon. Pesan kaligrafi. ”Dia langganan saya. Jadi, cukup telepon. Biasanya, kaligrafi untuk suvenir,” ungkapnya.

Banani tidak mengerjakan sendiri kaligrafi 3D. Dia dibantu tenaga penggergaji huruf maupun harakat. Huruf-huruf Arab itu kemudian disusun menjadi beraturan dan membentuk ayat. Banani juga memberikan pewarnaan. Pewarnaan keemasan tidak memakai cat, tapi sejenis prada (kertas emas di lem melamin). Kalu kering, pewarna dilepas dan menyatu dengan kayu. ”Kalau terkena sinar, menjadi terang (flektor),”katanya.

Kaligrafi telah mendongkrak ekonomi keluarga Banani. Mereka berkecukupan. Semua anaknya, enam orang, telah berkuliah. Namun, ada keinginan yang belum terealisasi. Apa itu? Membuat kaligrafi Alquran 30 juz. Dia memperkirakan, biayanya lumayan besar. Diperlukan waktu 3 sampai 4 tahun. ”Saya sedang cari orang untuk kerja sama membuat kaligrafi besar itu,” katanya.

Source https://www.jawapos.com https://www.jawapos.com/read/2017/04/14/123415/ha-banani-ibnu-abbas-perajin-kaligrafi-premium-tiga-dimensi
Comments
Loading...