Kerajinan Kalung Kepang Di Surabaya

0 103

Kerajinan Kalung Kepang Di Surabaya

Kecintaan pada aksesori membuat Febby Calista Sudargo, 24, melirik dunia kalung kepang. Menurut dia, kalung jenis itu masih jarang beredar di Surabaya. Lulusan Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura, itu merintis bisnis tersebut sejak akhir tahun lalu.

Kalung kepang milik Febby tidak terlihat minimalis, namun tetap elegan dengan berbagai komponen. Beragam bros ditata apik di kalung kepang itu.

Satu kalung membutuhkan 5–6 bros. Penataannya, menurut perempuan berambut panjang itu, mesti sejajar. Kalau berat sebelah, kalung bakal terlihat tidak seimbang.

Hasil karya handmade itu mengalami banyak perubahan dari kali pertama beredar. Febby menyatakan, bros tidak mudah disatukan dengan kalung berbahan nilon. ’’Awalnya, saya pakai lem, tetapi tidak bisa bertahan lama. Sampai kemudian, saya menjahit bros dengan benang,’’ ungkap perempuan yang baru menikah tersebut.

Di antara ragam variasi yang dibuatnya, kata Febby, kebanyakan pemesan menyukai warna hitam. Menurut dia, warna netral itu bisa dipadupadankan dengan pakaian apa saja. Bahkan, banyak perempuan muda yang kini berani memakai kalung kepang jumbo tersebut ketika hangout di mal. ’’Target awal memang untuk ke pesta. Tetapi, saya melihat makin banyak yang ke mal pakai kalung kepang,’’ ungkapnya.

Variasi karya tersebut dipamerkan di Where’s The Fun (WTF) Ciputra World kemarin (4/7). Ratih Cahyadewanti selaku salah seorang konseptor mengungkapkan, pameran tersebut merupakan acara pertama. Idenya muncul dari bazar-bazar lain di Surabaya. Sebagai pembeda, kali ini temanya adalah garden picnic.

Lulusan Ubaya itu mengungkapkan, pameran tersebut diikuti 40 brand. Bukan hanya aksesori fashion, tetapi juga kuliner. ’’Ini karya perdana kami. Bila ada kesempatan lebih lanjut, kami juga bakal mengajak komponen yang lain,’’ ujar Ratih

Source http://ubaya.ac.id http://ubaya.ac.id/2018/content/news_detail/1564/Kalung-Kepang-Indah-dengan-Bros.html
Comments
Loading...