Kerajinan Kancing Baju Batok Kelapa Di Desa Bukuran

0 139

Kerajinan Kancing Baju Batok Kelapa Di Desa Bukuran

Batok kelapa yang melimpah di pasar kadang terbuang percuma. Namun di tangan perajin asal Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe bisa menjadi barang yang bernilai dan menghasilkan uang.

Geliat aktivitas warga Desa Bukuran di pagi hari selalu ramai. Di desa yang berada di perbatasan Kecamatan Plupuh dan Kalijambe itu cukup banyak ditemui perajin batok kelapa. Salah satunya Narno, 41. Warga asal Dusun Sendang ini dalam keseharian mengelola limbah batok kelapa menjadi barang yang lebih bermanfaat. Saat ditemui koran ini, dia tengah  bergelut dengan batok kelapa yang sudah menumpuk sejak beberapa pekan.

Narno mulai bercerita tentang usahanya. Narno mengatakan, usaha rumahan membuat kancing baju dari batok kelapa ini sudah berjalan 10 tahun terakhir. “Awal mulanya ikut orang memproduksi arang dengan batok kelapa,” kenangnya.

Setelah berkecimpung dengan arang dari batok kelapa, Narno melihat ada peluang batok kelapa tersebut dijadikan aneka kerajinan yang bisa menjadi lahan usaha. Setelah itu dia memutuskan untuk membuat usaha mandiri.  

Atas ketekunannya itu, batok kelapa yang semula dianggap tidak ada nilainya bisa disulap menjadi kerajinan yang menarik. Bahkan dari kerajinan membuat kancing baju ini mampu menghasilkan pundi-pundi uang untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya.

Narno menyampaikan bahwa dalam memproduksi kancing batok kelapa, dirinya tidak menggunakan alat khusus. Namun semua dilakukan secara manual. Selain kancing baju, tekstur batok padat bisa dibuat segala macam suvenir.  Antara lain mangkok, gantungan kunci, centong nasi, dan  sebagainya.

Dalam sehari, Narno mampu bisa membuat 10 ribu biji kancing baju ukuran kecil.  Sedang ukuran besar bisa 7 ribu per hari.  “Alhamdulillah dari batok itu bisa menghidupi kebutuhan keluarga,” tutur Narno yang usahanya dibantu sang istri.

Untuk bahan Narno mengaku tidak kesulitan. Bahan batok kelapa itu dibeli di sekitar Pasar Kalijambe. Selain itu, dia mengambil dari pengepul kelapa di beberapa daerah.

Sementara untuk pemasaran kancing baju yang terbuat dari tempurung kelapa tersebut sudah menembus di luar Sragen. Seperti Solo, Klaten, Jogjakarta, Pekalongan dan kota-kota lain. Kancing baju batok kelapa banyak diminati pengusaha baju batik, tas dan jaket. “Karena bentuknya unik, jadi banyak yang minat. Lebih menarik bila dipasang di baju,” ujarnya.

Source https://radarsolo.jawapos.com https://radarsolo.jawapos.com/read/2018/09/28/96923/narno-sulap-batok-kelapa-jadi-kerajinan-unik
Comments
Loading...