Kerajinan Kancing Batok Karya Napi Di Aceh Utara

0 317

Kerajinan Kancing Batok Karya Napi Di Aceh Utara

Narapidana Rutan cabang Lhoksukon, Aceh Utara, dilatih membuat kancing baju dari tempurung atau batok kelapa. Selain itu, batok dari sisa pembuatan kancing juga diolah menjadi pot tanaman anggrek.

“Kerajinan tangan ini baru berjalan dua pekan. Ini terlaksana berkat bantuan dari Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata, yang sangat peduli dan bersedia memberi pembinaan terhadap warga binaan kami. Saya sangat berterima kasih atas kepedulian Kapolres terhadap Rutan Lhoksukon,” ujar Kepala Rutan cabang Lhoksukon, Yusnal, saat ditemui portalsatu.com di lokasi pembuatan kancing yang berada tepat di depan rumah dinas Kepala Rutan.

Yusnal mengatakan narapidana yang terlibat sangat antusias dengan kegiatan tersebut.

“Mereka sangat bersemangat. Setiap harinya ada lima narapidana yang membuat kancing dari batok kelapa ini, mereka merupakan napi yang akan bebas,” ujar Yusnal.

Ditemui di lokasi yang sama, Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata atau Untung Sangaji mengatakan, “Ini bukan tentang dapat ide kreatif dari mana. Kita lagi berjalan di negeri yang kaya. Saya tidak suka alam kita kaya, sementara masyarakat kita miskin. Kita lihat di alam sekitar ada batok kelapa yang sering disia-siakan dan hanya digunakan untuk bakar ikan.”

Melihat batok kelapa hanya digunakan untuk bakar ikan, Untung Sangaji mengaku tersinggung dan jengkel. Ia pun mengambil beberapa produk sample yang pernah dikerjakan di pulau Jawa, ketika ia mendidik anak-anak pedagang asongan, tuna rungu, mantan napi, serta napi.

“Salah satu tujuan mendidik napi agar saat keluar nanti bisa punya uang untuk keluarganya. Sejak di dalam Rutan, dia akan menghilangkan sifat negatif dan akan berkarya, dan dia sudah punya uang dari dalam tahanan, sehingga dia siap jadi orang terbaik,” kata Untung Sangaji. Kapolres Aceh Utara mengimbau masyarakat untuk menyetor batok kelapa yang bagus ke lokasi pembuatan kancing baju tersebut.

“Kita imbau kepada masyarakat, jika ada batok kelapa jangan semuanya dibakar untuk memanggang ikan, tapi disetor ke kita yang bagus, nanti akan kita hargai dengan sedikit uang. Ini bukan hanya untuk kancing, tapi juga bisa untuk pot anggrek dan lainnya,” ujar Kapolres.

Terkait pemasaran, Untung Sangaji menjelaskan, “Saat ini belum dipasarkan, kita masih melatih hingga mereka profesional. Setelah hasilnya benar-benar baik pasti akan diminati, soal di bawa kemana tidak masalah.”

Sementara itu, Nasruddin, salah satu narapidana yang ikut membuat kancing batok kelapa menuturkan, dirinya akan bekerja semaksimal mungkin untuk membuat kancing tersebut, hingga hasilnya nanti benar-benar bagus.

“Saat ini bisa dikatakan saya masih belajar, awalnya susah saat proses membolongi batok. Jika batoknya tipis dan kurang hati-hati akan pecah, tapi sekarang sudah terbiasa, sudah lima ribuan yang jadi. Jika memang kerajinan ini menjanjikan dan menghasilkan, saya akan menekuninya hingga bebas nanti. Mudah-mudahan jika hasilnya sudah bagus bisa dipasarkan, sehingga bisa menjadi lapangan kerja bagi saya dan teman-teman napi lainnya,” ujar Nasruddin.

Source http://portalsatu.com http://portalsatu.com/read/SERBA-SERBI/dilatih-membuat-kancing-dari-batok-kelapa-ini-harapan-napi-rutan-lhoksukon-37573
Comments
Loading...