Kerajinan Kancing Dari Batok Kelapa Di Tasikmalaya

0 241

Kerajinan Kancing Dari Batok Kelapa Di Tasikmalaya

Potensi bisnis nan besar datang dari tempurung kelapa. Tempurung yang dianggap tak berguna menjadi bernilai setelah dibuat kancing. Perajin kancing dari tempurung ini juga masih sedikit, tapi permintaan kancing alami ini terus meningkat, termasuk permintaan dari pasar ekspor.

Limbah tempurung atau batok kelapa nyatanya tidak hanya bermanfaat sebagai bahan arang. Beberapa tahun belakangan, tempurung kelapa juga bisa disulap menjadi sebuah kerajinan yang jauh lebih ekonomis, yakni kancing baju.

Uang Redy, pemilik Redy Handicraft di Tasikmalaya, Jawa Barat, berhasil membangun usaha pembuatan kancing dari tempurung kelapa ini sejak 2007 lalu. Menurut Uang, prospek usaha pembuatan kancing cukup menjanjikan. Selain pemainnya masih sedikit, bahan baku pun melimpah.

Setiap bulan, Uang mengolah enam ton tempurung kelapa untuk bahan baku kancing. Mantan perajin pandan ini membeli bahan baku itu seharga Rp 3 juta. “Harga batok kelapa cenderung stabil, nyaris tak ada kenaikan setiap tahunnya,” ujarnya.

Dari bongkahan tempurung kelapa ini, Uang beserta lima orang pekerjanya hanya mengandalkan keterampilan tangan untuk membuat kancing. Alat yang digunakan hanya alat pemotong untuk membentuk kancing, bor untuk proses pelubangan, dan ampelas untuk menghaluskan kancing.

Dalam sebulan Uang bisa membuat hingga 600.000 kancing dengan beragam ukuran, mulai dari kancing berdiameter 2 cm hingga 4,5 cm. “Kancing 2 cm biasa untuk baju, sedangkan kain 4,5 cm untuk kerajinan tas atau sandal,” ucapnya. Harga jual kancing ini berkisar Rp 6.000-Rp 8.000 per 100 buah.

Uang pun memasarkan kancingnya hingga ke Tasikmalaya, Bandung, Pekalongan, Cirebon, dan Jakarta. Dari usaha ini, lelaki 50 tahun ini pun bisa mengeruk omzet hingga Rp 40 juta per bulan.

Sayang, karena tenaga kerja masih terbatas, Uang pun belum sanggup menggarap pasar ekspor. “Permintaan pasar ekspor mencapai satu juta kancing per bulan,” ungkap Uang yang ingin memiliki pabrik kancing.

Maklum, tak hanya sebagai diminati industri fesyen, kini banyak pula yang memakai kancing tempurung kelapa sebagai hiasan dinding. “Kami pernah menerima order kancing berdiameter 8 cm untuk hiasan dinding. Namun, karena keterbatasan tenaga kerja terpaksa kami tolak,” tandasnya.

Uang berharap bahwa dari usaha kancing ini, ia bisa mengangkat Desa Nuwasangi sebagai daerah penghasil kancing tempurung kelapa. Alhasil, usaha ini akan meningkatkan perekonomian desa di Kecamatan Cisayong ini.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id http://peluangusaha.kontan.co.id/news/kunci-laba-di-kancing-tempurung-kelapa-1
Comments
Loading...