Kerajinan Kapal Kayu Di Nias, Sumatera Utara

0 284

Kerajinan Kapal Kayu Di Nias, Sumatera Utara

Sebuah kapal kayu delapan ton yang sudah 70 persen rampung bersandar di pantai Pulau Asuh, Nias Barat, Sumatera Utara. Itulah kapal kayu buatan Antonius Daeli. Daeli adalah generasi terakhir yang bisa membuat kapal kayu di Kepulauan Hinako. Belum ada lagi anak muda di kepulauan dengan 12 desa itu yang tertarik menjadi pembuat kapal. Pada masa Daeli muda, ada sekitar lima pembuat kapal di Kepulauan Hinako. Di samping itu, belakangan ini orang juga jarang mau membuat kapal kayu. Nelayan pun lebih menyukai kapal dari bahan fiber.

Alasan mereka, kapal fiber lebih tahan lama meskipun bisa dikatakan lebih rentan oleh gelombang. ”Entahlah, mungkin nanti ada juga anak muda yang tertarik membuat kapal kayu,” ujar Daeli berharap. Kapal ukuran delapan ton dengan tinggi sekitar 2 meter, panjang 14,5 meter, dan lebar 3 meter itu dikerjakan Daeli sendirian. Bisa dikatakan tidak ada yang membantunya membangun kapal tersebut. Ia sendirian mendesain kapal, menyusun rangka, memasang papan-papan, mengetam kapal di dua sisi, melapisi dengan damar, dan mengecat badan kapal.

Semua proses tersebut dia kerjakan selama empat hingga lima bulan. Daeli hanya dibantu tukang gergaji untuk memotong kayu sesuai kebutuhan. Kapal itu terlihat kokoh dengan kayu-kayu yang kuat. Bau harum kayu masih tercium saat orang mendekati kapal itu. Setelah dilapisi damar, kapal bakal dilapisi lembaran seng, baru kemudian dicat. Biaya pembuatan satu kapal ukuran delapan ton itu Rp 70 juta dengan ketahanan kapal sampai 10 tahun.

Source http://nasional.kompas.com http://nasional.kompas.com/read/2012/06/11/03562195/pembuat.kapal.dari.kepulauan.hinako
Comments
Loading...