Kerajinan Kapal Phinisi Dari Batok Di Sukaluyu

0 127

Kerajinan Kapal Phinisi Dari Batok Di Sukaluyu

Kapal Phinisi berlabuh di meja hias. Begitu juga motor Vespa dan jenis ornamen lain dari bahan serabut dan batok kelapa terpajang rapih di rumah-rumah pecinta hasil kerajinan Rahmat Taufik. Miniatur yang menyerupai wujud aslinya ini benar-benar menarik perhatian.

Padahal, perajin asal Desa Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur Jawa Barat ini baru menekuni profesinya sekitar lima bulanan lalu. Namun karena bakat menunjukkan lain, Opik, panggilan akrabnya, kini lebih menyeriusi keterampilannya.

Apalagi setelah percobaan pertamannya pada kapal phinisi berhasil, Opik makin percaya diri melaju menetapkan tekad sebagai perajin. Sebagaimana perjumpaan tak sengaja, begitu pula inspirasi kuatnya tekad melakukan percobaan terhadap kemampuannya.

”Inspirasi membuat kapal layar ini saya dapatkan dari uang seratus ribuan lama. Kebetulan pas lihat uang itu ada gambar perahu phinisi, saya coba aja membuat,” terang Opik.

Percobaan pertama produksi kapal diawali dengan membuat dari batang pohon, badan kapal dari pohon randu, dan layarnya menggunakan serabut kelapa. Sementara penyangga, menggunakan batang pohon bambu yang sudah dipotong terlebih dahulu membentuk tiang pembentang layar.

”Waktu itu ada temen yang tahu apa yang tengah saya kerjakan, kemudian tertarik dan menyarankan agar layarnya menggunakan serabut kelapa yang mudah ditemukan. Ditambah alat dan bahan lainnya seperti benang,  lem, kayu,  dan pernis akhirnya jadi,” ucap Opik.

Komposisi bahan yang pas menghasilkan karya tepat. Berbagai kerajinan unik tercipta dari bahan-bahan pilihan agar bentuk serta hasil kerajinannya menjadi menarik. Sehingga dalam proses kreatifnya, bahan–bahan tersebut menjadi penunjang bagi perujuwdan ide-idenya.

Kini, hasil olahanya mulai beragam. Selain kapal layar, miniatur motor Vespa, teko air, gelas, dan celengan koin dari bahan batok kelapa. Dari kreativitasnya ini rupiah pun mengalir.

Untuk mendapatkan satu jenis miniatur, Opik membanderol dari mulai Rp50.000 hingga Rp250.000. Harga ditetapkan tergantung bentuk dan ukuran miniatur. Kini, pemesan mulai berdatangan hingga Sukabumi dan Bandung.

Source http://www.sepertiini.com http://www.sepertiini.com/read/2015/01/10752/kapal-phinisi-dari-batok-kelapa-berlabuh-di-meja-hias.html
Comments
Loading...