Kerajinan Kapas Di Bantul

0 81

Kerajinan Kapas Di Bantul

Di tengah menjamurnya kasur pabrikan berbahan busa, para perajin kasur di Dusun Kembang, Desa Kerten, Imogiri, Kabupaten Bantul masih setia dengan tradisi lama. Ya, mereka memproduksi kasur berbahan kapas atau kapuk (dalam istilah Jawa).

Salah satu perajin tersebut adalah Mujilah. Perempuan beranak dua ini, selama hampir 40 tahun, menekuni usaha pembuatan kasur yang diwariskan oleh kedua orangtuanya sejak puluhan tahun lalu.

“Usaha ini memang warisan orangtua. Saya pribadi, sudah terjun langsung (membuat kasur) selama 40 tahun,” ujar Mujilah di sela menjahit kain sebelum diisi kapas.

Mujilah menuturkan, keunggulan kasur, bantal, dan guling berbahan kapas adalah tidak menimbulkan hawa panas. Sementara produk yang berbahan dacron atau sejenisnya, cenderung membuat pemakainya gerah.

“Kalau isinya kapas, rasanya lebih dingin (saat digunakan),” ungkapnya.

Dalam membuat kasur dan lainnya, sehari-hari ia dibantu empat karyawan. Alhasil, produksi Mujilah mampu mencapai sekitar 20 kasur, 50 bantal, dan 50 guling per hari.

“Per hari, satu orang bisa menyelesaikan lima kasur,” imbuhnya.

Menurutnya, proses awal pembuatan kasur dimulai dengan pemilahan bahan baku utama. Kapas dibeli dari para penjual yang ada di seluruh wilayah DIY. Perkwintal kapas mentah, ia beli seharga Rp 6000.

“Kemudian, kapas dipilah menjadi tiga jenis, yakni kualitas rendah, sedang, dan bagus,” paparnya.

Source http://jogja.tribunnews.com http://jogja.tribunnews.com/2012/10/04/mujilah-tetap-eksis-produksi-kapas
Comments
Loading...