Kerajinan Kasur Di Bantaeng

0 109

Kerajinan Kasur Di Bantaeng

Industri kasur lantai Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, semakin menggeliat. Terbukti semakin luasnya area pemasaran. Hingga kini, daerah yang menjadi layanan industri ini tak hanya berhasil menembus pasar Sulsel dan Sulawesi pada umumnya, tetapi juga sudah berhasil memenuhi permintaan dari Kalimantan, Maluku, dan kawasan Indonesia Timur (KTI) pada umumnya, kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bantaeng, Abd Rasyid.

Sayangnya, produksi kasur lantai yang banyak diminati itu belum berlebel sehingga kuat dugaan produsen tidak mengenal daerah produsen dari kasur berbahan baku kapuk tersebut.

Karena itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bantaeng akan berupaya menyadarkan kelompok-kelompok perajin kasur tersebut agar terbiasa dengan merek dagang. Dia menjelaskan banyaknya permintaan terhadap produk kasur dari Bantaeng disebabkan isi kasur yang terbuat dari kapuk.

Itu ditunjang bahan baku yang cukup tersedia, terutama di Kecamatan Bissappu dan sebagian Ulu Ere (daerah perbatasan dengan Bissappu). Produksi kapuk di daerah itu cukup banyak.

Pohon kapuk tak perlu dipelihara sebagaimana layaknya pohon cengkeh dan coklat. Ia akan tumbuh sendiri dan bila sudah matang, buahnya jatuh sendiri. Itulah sebabnya masyarakat lebih menyukai menanam pohon kapuk.

Hingga kini, Disperindag Kabupaten Bantaeng sudah membina 80-an kelompok perajin kasur lantai, belum termasuk kelompok perajin kasur besar dan bantal yang juga cukup tersebar di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.

Menurut Abd Rasyid, setiap kelompok membina puluhan tenaga kerja yang terdiri atas tenaga pemintal, penjahit dan tenaga kerja lainnya dengan jumlah produksi yang mencapai 500-1000-an lembar kasur lantai/bulan/kelompok.

Untuk menjangkau pasar, industri rumah tangga ini masih mengandalkan pengiriman dengan menggunakan mobil. Untuk pengembangannya, Disperindag berupaya melakukan peningkatan kualitas melalui pembinaan dan pelatihan.

Kadisperindag percaya, dengan kualitas yang baik, otomatis pasar akan mencari produk ini. Karena itu, ia akan berupaya memberikan pengertian kepada kelompok-kelompok usaha tersebut agar menyadari arti penting sebuah merek.

“Mereka umumnya tak memperhatikan merek sehingga kadang pelanggannya yang memberi merek sendiri,” terang Abd Rasyid yang berharap, dari industri ini tak hanya menyerap tenaga kerja tetapi juga memberi andil yang lebih besar terhadap pembangunan daerah dalam bentuk partisipasi pajak.

Menjawab pertanyaan, ia mengatakan, umumnya kelompok perajin kasur ini mengeluhkan keterbatasan modal kerja.

“Mereka ingin melengkapi usahanya dengan peralatan pengolah kapas yang lebih baik serta gudang yang aman. Ini penting sebab industri ini cukup rawan dari air dan api,” urainya.

Untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut, Disperindag Kabupaten Bantaeng memprogramkan pelatihan peningkatan mutu dan pemberian modal bergulir. Kedua program tersebut akan direalisasi dalam anggaran 2010, tambahnya.

Khusus industri kasur tidur dan bantal, hingga kini sudah menyebar ke kecamatan lain seperti di Kecamatan Pa?jukukang dan Kecamatan Bantaeng. Produk jenis ini memiliki pangsa pasar tersendiri meski tidak sama dengan kasur lantai, ujarnya.

Source https://makassar.antaranews.com https://makassar.antaranews.com/berita/7151/industri-kasur-bantaeng-perluas-pasar-ke-kti
Comments
Loading...