Kerajinan Kasur Kapuk Di Gang Randu

0 140

Kerajinan Kasur Kapuk Di Gang Randu

Pada era modern seperti sekarang, tidak banyak lagi masyarakat yang menggunakan kasur kapuk. Maklum saja, kini sudah banyak produk kasur dari bahan baku yang lebih nyaman seperti busa, pegas hingga bahan lateks bertebaran. Hal ini menjadi salah satu penyebab banyak pengrajin kasur kapuk gulung tikar.

Kondisi ini dirasakan langsung oleh Harto, pengrajin kapuk di Gang Randu, Kelurahan Kebun Jahe, Bandarlampung. Namun meski dihadapkan pada tantangan berat, usaha warisan dari orang tuanya sejak tahun 1956 tersebut hingga kini maish bertahan.

Ia menuturkan, dulunya para pengrajin kapuk di Gang Kapuk yang kini berganti nama menjadi Gang Randu begitu sejahtera karena ramainya penjualan. Namun seiring berjalannya waktu dan kemajuan teknologi perlahan membuat penjualan kasur kapuk semakin sepi.

”Dulu hampir semua warga di sini usahanya ya kapuk, dari yang menjadi bos sampai pedagang keliling,” ujarnya. “Meski susah, saya tak mau menyerah karena bagi saya rezeki semua sudah diatur sama Allah Swt dan ini cara saya mendapatkan rezekiNya,” tambahnya.

Dalam hal pemasaran, Harto mengaku tidak banyak lagi pelanggannya. Padahal dulu setiap bulannya bisa 10 sampai 15 kasur terjual dengan kisaran harga mencapai 800 ribu/unit.

“Tapi sekarang jual satu kasur pun susahnya setengah mati,” kata dia. Harto sadar, kasur busa atau bahan lainnya memang jauh lebih murah dibandingkan kasur kapuk buatannya.

“Kasur kapuk memang lebih mahal mas karena sulitnya dan waktu untuk membuat satu kasur yang murni 100% tenaga manusia,” kata dia. Para pengrajin kapuk juga dihadapkan pada tantangan lain yakni semakin sulitnya mendapatkan pasokan bahan baku berupa biji pohon randu.

Harto mengaku, untuk mendapatkan bahan baku, dirinya memesan biji randu dari Talangpadang dan Pringsewu.

”Kalau di sini (Bandarlampung) sudah sulit cari bahan bakunya, kebanyakan sudah ditebang pohon randunya.”

Tak banyak harapan Harto dan para pengrajin yang tersisa di zaman sekarang, dirinya hanya berharap pemerintah tetap memperhatikan para pelaku industri rumahan agar tetap bisa bersaing dengan penggiat bisnis produksi kasur modern

Source https://fajarsumatera.co.id https://fajarsumatera.co.id/nasib-getir-pengrajin-kasur-kapuk/
Comments
Loading...