Kerajinan Kasur Lihab Di Palembang

0 134

Kerajinan Kasur Lihab Di Palembang

Di usia yang tak lagi muda, tangannya pun nampak masih terlihat cekatan mengayunkan jarum dan benang, menjahit pinggir kasur lihab yang terbentang dihadapannya. Sesekali jarum ia letakkan sebentar, untuk kemudian mengambil kayu bantu untuk memasukkan kapuk ke dalam kasur lihab dan kembali menjahitnya.

Sesekali juga ia pun membenahi masker yang menutupi hidung dan mulutnya, agar kapuk yang beterbangan tidak merusak paru-parunya. Dan jika merasa pegal, ia berpindah tempat duduk, mendekati pintu kecil di sudut ruangan tersebut agar mendapatkan cahaya lebih untuk menjahit.

Kolong rumah panggung tempat mereka bekerja penuh dengan kapuk, bukan hanya yang ditumpuk, tetapi juga kapuk yang beterbangan kesana-kemari. Dan jika ingin berdiri, mereka harus berhati-hati karena rendahnya atap kolong yang menjadi bernaungnya kerja mereka disana. Di sisi atap, terpasang juga seutas tali yang digunakan untuk menggantung kasur lihab, jika belum selesai dikerjakan.

Rutinitas seperti inilah yang dilakoni Rodiah sejak tahun 1986 silam, di bawah rumah panggung di kawasan 27 ilir Palembang. Ya, Rodiah merupakan salah satu pengrajin kasur lihab.

Meski kini kasur kapuk sudah tergantikan dengan springbed, namun nyatanya kasur lihab sendiri masih bertahan hingga kini. Menurut rodiah, dalam sehari ia masih bisa mengerjakan hingga 10 buah kasur lihab.

“Sesuai sama kemampuan saja, Nak. Lagian, kadang permintaan dari toko juga cuma segitu jumlahnya sehari. Yang penting ada yang dikerjakan saja,” ucapnya pasrah.

Rodiah bertugas menjahit pinggir kasur lihab saja, sementara tugas memasukkan kapuk ke bagian dalam kasur biasanya dilakukan oleh laki-laki. Selain kasur lihab, tukang randu juga membuat sajadah lihab yang hingga kini juga masih menjadi pilihan masyarakat kota Palembang.

Salah seorang pengrajin kasur lihab lainnya, Marini, juga menuturkan, hidup sebagai pengrajin kasur lihab di masa sekarang. “Kalau dulu, kasur kapuk untuk tidur masih berjaya. Tapi sekarang kasur kapuk sudah jarang. Kasur lihab juga tidak selaris dulu,” ungkap ibu tiga anak ini.

Upah yang Marini terima hanya berkisar Rp 200 ribu per minggu, karena ia hanya sanggup mengerjakan 3 sampai 4 kasur lihab saja, dengan jam kerja mulai pukul 9 hingga pukul 5 sore. Kini, hanya tinggal beberapa orang pengrajin kasur lihab yang masih bertahan, dari puluhan pengrajin yang dulu ada. Mereka tetap bersemangat mengayunkan tangan menjahit kasur lihab tanpa kenal lelah. Banyak pengrajin yang sudah meninggalkan profesi mereka karena permintaan kasur lihab tidak sebanyak dahulu.

Hasil kerajinan mereka, untuk memenuhi permintaan toko-toko penjual kasur lihab yang ada di sentral Kasur Lihab Jalan Mujahidin 26 Ilir Palembang. Kasur lihab sendiri biasanya digunakan untuk di ruang keluarga, atau biasa juga digunakan di ruang bermain anak dan ruang santai lainnya.

Source http://lautbirukuu.blogspot.com http://lautbirukuu.blogspot.com/2017/02/sosok-dibalik-indahnya-kasur-lihab.html
Comments
Loading...