Kerajinan Kayu Di Anambas

0 201

Kerajinan Kayu Di Anambas

Perajin kayu di Anambas meminta dukungan Pemerintah Daerah. Zaenuri satu di antara perajin kayu mengatakan, permintaan dari konsumen akan kerajinan maupun ukiran berbahan kayu cenderung menurun sejak beberapa tahun terakhir.

Selain dikarenakan kondisi keuangan daerah yang dikabarkan defisit, kabar mengenai gencarnya persoalan mengenai kayu di Anambas turut berimbas pada usaha kerajinan yang memiliki nilai ekonomis tinggi ini.

Pria asal Jepara yang sudah lima tahun terakhir bermukim di Anambas ini menambahkan, dukungan dari pemerintah yang dimaksud lebih kepada arah serta keikutsertaan para perajin pada even-even maupun pameran baik pada tingkat daerah maupun yang berskala nasional.

Cara tersebut menurutnya tidak hanya menguntungkan daerah, namu juga membuka peluang bagi pengrajin untuk melebarkan pangsa pasarnya. “Seingat saya, ada hanya untuk yang berbahan rotan. Untuk kayu, saya belum pernah diikutsertakan,” ungkap pria yang berdomisili di Teluk Rit Desa Tarempa Timur Kecamatan Siantan ini.

Ia mengatakan, permintaan akan kerajinan serta ukiran kayu sempat membludak sejak beberapa tahun terakhir. Mulai dari permintaan pembuatan pintu, daun jendela, kursi hingga meja sempat dirasakan olehnya.

Zaenuri bahkan sempat mendatangkan dua orang pekerja yang ahli untuk membuat ukiran kayu langsung dari Jepara untuk memenuhi permintaan tersebut.

Sayangnya, dua orang tenaga ahli itu pun, terpaksa pulang kembali ke kampung halaman setelah satu tahun terakhir berada di Anambas karena sepinya pesanan.

Tidak jarang beberapa pekerja lainnya pun, mencari alternatif pekerjaan lain dengan bekerja kuli bangunan dan membuat batu bata hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Kalau bisa harapannya itu. Artinya, ada dukungan dari pemerintah. Kalau kami hanya bekerja sendiri rasanya berat,” terangnya.

Sementara Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris berkomitmen untuk mendukung para perajin dalam kaitannya membangun daerah. Ia pun mengaku saat ini tengah mendata mengenai perajin di Anambas.

Tidak hanya itu, ia pun meminta kepada para pengrajin untuk dapat berinteraksi kepada Pemerintah Daerah. Interaksi yang dimaksud, menurutnya lebih kepada peran aktif pengrajin dalam hal komunikasi mulai dari tingkat aparatur desa, sampai kepada dinas yang membidangi hal ini.

“Justru saya tengah mendata mereka ini. Ada niat saya, agar para perajin ini dapat membuat kerajinan yang bersifat khas Anambas. Tentunya selain memberikan nilai ekonomis, ini bisa menjadi cinderamata bagi wisatawan yang berkunjung.

Kalau memang sudah menyampaikan kepada aparatur desa, camat hingga ke SKPD namun tidak ada respon, jangan ragu untuk memberitahu dengan saya.

Sebelumnya ada juga pengrajin dari Palmatak. Saya sempat meminta ia untuk membuat kerajinan ikan Ketipas (Napoleon) dari kayu. Sebelumnya, ia sempat membuat teko berikut cangkir berbahan kayu Mentigi. Serta ada beberapa kerajinan berbahan kayu lain seperti toples,” ungkapnya.

Source http://batam.tribunnews.com http://batam.tribunnews.com/2016/09/13/perajin-kayu-di-anambas-mengeluh-jawaban-bupati-ini-menggembirakan?page=all
Comments
Loading...