Kerajinan Kayu Di Batang

0 381

Kerajinan Kayu Di Batang

Berawal dari kesukaannya terhadap mainan kayu dari kecil, Kadarusman seniman kayu dari Kabupaten Batang kini menjadi pengusaha kacamata dan jam tangan kayu.

Dengan brand yang Ia namakan Telik Sandi yang diambil dari tokoh mata mata ini merupakan aksesoris salah satu penunjang penampilan yang terbuat dari kayu dan mampu menarik pembeli hingga Perancis dan Afrika.

Rusman sapaan akrabnya menceritakan kesukaannya terhadap kayu sempat Ia kubur saat masa-masa remaja karena tertarik di dunia musik.

“Dari kecil memang sudah suka kayu, dulu membuat mainan kayi sendiri yang diajarkan oleh Ayah saya, saat remaja sempat saya kubur karena tertari di musik, nah entah kenapa di musikpun ya tidak jauh jauh dari kayu, karena alat musik juga terbuat dari kayu dari situ mulai lagi tergerak hati saya untuk kembali menggeluti kerajinan kayu,” terangnya.

Awalnya Ia membuat kerjinan kayu dengan membuat rangkaian huruf, hingga pada 4 tahun yang lalu Ia mulai membuat aksesoris penunjang penampilan, kacamata dan jam tangan kayu.

“Awal-awal saya bikin tulisan rangkaian huruf dari kayu, seperti alamat rumah atau rangkaian nama. Tapi semua harus terus berkembang dan berinovasi yang kemudian 4 tahun lalu saya mulai membuat aksesoris lain seperti kacamata dan jam tangan dari kayu, dulu belum ada referensi sehingga harus berkreatif sendiri, waktu itu masih sangat jarang dan menurut saya di Jawa Tengah Telik Sandi brand tertua,” tuturnya.

Laki-laki yang lahir di Palembang ini mengaku sempat terkendala tool peralatan saat awal pembuatan kacamata dan jam tangan kayu. Sebagai seniman kayu, Ia tidak sekedar menjual barang yang Ia buat, namun mengandalkan kreatifitas dan kualitas.

“Memang saya ingin benar-benar handmade, tidak menggunakan alat-alat sehingga bisa menikmati proses pembuatan karya yang saya buat karena setiap seniman punya karakter. Kualitas juga saya perhatikan dengan memilih bahan yang seratnya bagus, kadar air mendekati nol, biasanya kayu bekas palet yang direcycle,” tuturnya.

Berkat kegigihannya dan konsisten dengan karakter seni yang Ia buat pada setiap karyanya, banyak yang berminat untuk membeli karya yang Ia buat.

Hingga Ia tak menyangka kacamata dan jam tangan kayu dengan brandnya Telik Sandi mendapat orderan dari Perancis dan Afrika.

“Kalau saya sendiri kuwalahan karna memang handmade dan butuh proses, kalau dihitung untuk satu buah kacamata atau jam tangan pengerjaan paling cepat satu hari bisa sampai tiga hari jika kerjakan yang lain. Untuk itu saya minta dibantu teman saya tapi tetap sesuai karakter yang saya buat,” tuturnya.

Kacamata dan jam tangan kayu “Telik Sandi” dibanderol harga berkisar Rp 300-600 Ribu bergantung pembelian custom atau sesuai desain yang sudah ada.

Karya-karya Rusman juga sering Ia pamerkan, bahkan Ia juga mendapat undangan untuk mengisi pameran UMKM di acara kedinasan di Kabupaten Batang.

Source http://jateng.tribunnews.com http://jateng.tribunnews.com/2018/04/10/cerita-rusman-seniman-kayu-telik-sandi-batang-yang-dapat-orderan-hingga-perancis-dan-afrika?page=2
Comments
Loading...