Kerajinan Kayu Di Kasiman

0 199

Kerajinan Kayu Di Kasiman

Dampak nyata dari pembangunan jembatan Padangan-Kasiman mulai dirasakan oleh warga, selain memudahkan akses dan memangkas jarak tempuh dan waktu. Jembatan ini juga membawa dampak yang luar biasa bagi eksistensi para pengrajin kayu di sentra industri Desa Batokan Kecamatan Kasiman.

Fadholi lelaki paruh baya ini kini merasakan berkah manis adanya jembatan Padangan-Kasiman ini. Bagi Fadholi, jembatan itu kini membawa kembali geliatnya sektor ekonomi kerakyatan. Jika beberapa tahun lalu sentra kayu ini seakan dalam posisi hidup segan mati tak mau, namun sejak beberapa pekan ini sektor ini mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Salah satunya adalah jumlah pengunjung dan pembeli yang ramai dari hari-hari biasanya.

“Sebelum adanya jembatan ini barang mereka belum tentu laku, seminggu ada yang terjual beberapa biji saja sudah bagus. Kini dalam satu hari minimal ada puluhan pengunjung yang menyambangi showroom saya Pokoknya ada peningkatan,” kata Fadholi.

Dalam satu hari, dirinya mampu menjual kerajinan bubut ini dikisaran 20-50 buah per harinya. Belum lagi para tengkulak yang merasa diuntungkan karena biaya angkut sedikit berhemat karena jarak tempuh yang bisa dipangkas hingga beberapa persen. Selain itu, akses makin mudah dan waktu yang lebih singkat.

Dampak lain yang dirasakan adalah dengan kembali bergeliatnya sektor industri kerajinan ini membawa dampak yang positif, dimana banyak perajin yang kembali meproduksi sehingga berdampak pada tenaga kerja yang kembali aktif setelah vakum beberapa saat. Para tenaga kerja dan buruh amplas kini marasakan berkah manis. Untuk tenaga kerja perhari mereka mendapatkan upah Rp 50 ribu. Sedangkan tenaga amplas atau memperhalus ini medapatkan upah Rp 30 ribu. Kebanyakan buruh amplas ini adalah kaum ibu dan remaja putri. Sedangkan tenaga kerja adalah kaum remaja laki-laki dan dewasa yang bisa cukit, warna, bubut dan ukir.

Source http://tribratanewsbojonegoro.com http://tribratanewsbojonegoro.com/geliat-mulai-dirasakan-perajin-kayu-kasiman/
Comments
Loading...