Kerajinan Kayu Gaharu Di Jember

0 338

Kerajinan Kayu Gaharu Di Jember

Popularitas kerajinan kayu buatan warga Desa Tutul, Kecamatan Balung, Jember, tak terlepas dari banyaknya pilihan produk yang mereka buat dan juga  jenis kayu yang digunakan. Dengan beragamnya produk,  hasil karya para perajin bisa menjangkau pasar lebih luas. Salah seorang perajin, Yono menuturkan, pada umumnya, perajin di Desa Tutul menggunakan jenis-jenis kayu seperti kayu asem, kayu kokon, dan kayu gaharu. Pilihan kayu ini juga   tergantung permintaan.

Misalnya untuk memasok kerajinan ke pedagang di Tanah Abang dan Pasar Pagi Asemka di Jakarta, serta Pasar Baru di Bandung, Yono memakai kayu kokon. Kayu ini kualitasnya paling rendah. Untuk kerajinan kualitas menengah dibuat dari kayu asem. Sedangkan, pesanan kerajinan berkualitas tinggi dibuat dari bahan kayu gaharu.

Harga kayu sangat bervariasi. Menurut Yono, harga satu toh kayu kokon sekitar Rp 600.000. Sementara, harga  kayu asem mencapai sekitar Rp 2 juta per ton. Adapun,  harga kayu gaharu bisa mencapai Rp 2,5 juta per ton. “Karena harganya mahal, saya sering beli kiloan seharga Rp 25.000. Hanya beli jika ada pesanan sesuai kebutuhan,” ujarnya.


Menurutnya, kayu gaharu sangat mahal, karena memiliki aroma wangi alami. Meski bertahun-tahun, kayu gaharu akan tetap wangi alias wanginya tidak luntur. Namun, dari sisi pengerjaannya, dari tiga jenis kayu tersebut, yang paling gampang digarap adalah kayu kokon. Pasalnya, kayu kokon lebih empuk dan tidak mudah pecah saat dibentuk menjadi sebuah kerajinan.

Perajin lainnya, Ida Giawati menyebut, kayu gaharu merupakan bahan baku utama untuk kerajinan yang ia ekspor ke China, Korea, Malaysia dan Singapura. Selain gaharu, pemilik Imda Handicraft ini juga menggunakan bahan baku kayu kauka untuk pembuatan tasbih. Di kalangan pemeluk Islam, kauka memang dikenal sebagai kayu berkualitas tinggi untuk tasbih. “Konon kauka merupakan bahan baku yang digunakan Nabi Nuh ketika membuat bahtera yang menyelamatkan umatnya,” terang Ida.

Maka, tak heran tasbih dari bahan kauka bisa dijual mahal. Sayang, harga jualnya saat ini tidak stabil. “Pada 2008 saya bisa menjual satu tasbih dari kayu kauka seharga Rp 1,5 juta. Saat ini hanya Rp 500.000,” ucapnya. Ida mendapat stok kayu kauka dari impor. Ia mengimpor kayu tersebut dari Mesir. Sementara, kayu lainnya dibeli dalam negeri.

Yono mengaku, tidak pernah kesulitan mendatangkan berbagai jenis kayu. Ia bilang, kayu kokon bisa dibeli dari Banyuwangi dan Malang. Sedangkan, kayu gaharu dari Pulau Kalimantan dan Pulau Papua.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id http://peluangusaha.kontan.co.id/news/kayu-gaharu-bahan-baku-termahal-2
Comments
Loading...