Kerajinan Kayu Gaharu Di Lombok Timur

0 311

Kerajinan Kayu Gaharu Di Lombok Timur

Malang melintang di rantauan, Mansyur pulang ke kampung halaman dengan segudang ilmu dan pengalaman.  Ia mengembangkan keahliannya dalam bisnis Kayu Gaharu agar bisa membuka lapangan usaha bagi warga di tanah kelahirannya.

 “Anak muda di sini dulu sering sekali ribut dan tawuran antar kampung. Ini yang membuat saya prihatin. Setelah saya cari tahu, yang suka tawuran itu ternyata pengangguran. Mereka begitu karena nggak ada kerjaan,” tutur Mansyur.

Karenanya, Mansyur pun bertekad untuk membina para pemuda Masbagik. Pengalamannya hidup dan mencari nafkah dari gaharu di Kalimantan ia bawa pulang dan tularkan pada pemuda di desanya.

Sebagai pemasok kayu gaharu ke berbagai negara, Mansyur kini melibatkan sekitar 350 perajin yang berasal dari sejumlah desa. Tak hanya di Desa Danger tempat kelahirannya, ia juga memberdayakan warga dari  beberapa desa tetangga seperti Lendang Nangka, bahkan hingga sejumlah desa di luar Lombok Timur.

“Modelnya saya ngambil kayu gaharu budidaya dari beberapa wilayah. Misalnya Lombok Tengah, Sumbawa hingga Sumatera. Kayu gaharu budidaya ini akan diukir seperti bentuk alami bekas gigitan rayap. Itu yang akan dikirim ke Jakarta,” terangnya.

Setelah dikirim ke Jakarta, kayu gaharu ini nantinya akan diberikan getah kayu gaharu alami yang didapatkan dari hutan. Sehingga, bentuk dan aroma khas gaharu  budidaya tersebut  mendekati gaharu liar yang tumbuh alami di hutan. Setiap hari para pemuda yang telah ia latih menjadi perajin hanya bertugas mengukir kayu tersebut. Dalam kondisi normal rata-rata para pekerja ini bisa memperoleh upah hingga Rp 2,5 juta per bulan. Hal ini tentu saja bergantung pada tingkat produktifitas pekerja.

Tak hanya bagi para pemuda, warga yang sudah berkeluarga namun belum memiliki pekerjaan juga banting setir menjadi perajin. Mengingat pekerjaan ini bisa dilakukan di rumah warga masing-masing. “Kalau untuk ngukirnya memang bisa dilakukan di rumah sambil nonton TV. Yang negebornya harus dilakukan di ruko,” terang pria tiga anak tersebut.

Dengan segala kemudahan pekerjaan ini,  ratusan warga kini ikut merasakan manisnya rupiah dari gaharu. Setiap minggu, ia mengirim beberapa kuintal kayu gaharu yang telah dihasilkan melalui Kantor Pos ke Jakarta sebelum dikirim ke Arab dan Tiongkok.

Source http://www.lombokpost.net http://www.lombokpost.net/2017/03/01/harum-kayu-gaharu-hidupi-ratusan-warga-masbagik/
Comments
Loading...