Kerajinan Kayu Karya Difabel Di Pemalang

0 353

Kerajinan Kayu Karya Difabel Di Pemalang

Terlahir sebagai anak normal, awalnya tak mudah bagi Yoko harus menerima kenyataan kehilangan kedua kaki akibat kecelakaan dan sakit tumor yang di deritanya. Namun Ia tak patah semangat, meski difabel pemuda kelahiran Pemalang ini bisa mandiri dengan menjadi pengrajin kayu.

Saat ini lelaki kelahiran Pemalang, Jawa Tengah ini bekerja sebagai salah satu karyawan di Yayasan Penyandang Cacat Mandiri. “Kerja disini saya sudah kurang lebih 7 tahun. Sempat rotasi ke beberapa bagian, dari pertama kali disini saya menjadi tenaga pengamplas, skrul, bubut, bahkan bantu teman-teman lainnya menyiapkan komponen untuk membuat alat peraga edukasi,” terang Yoko.

Pertama kali datang ke Yayasan Penyandang Cacat Mandiri, Yoko mengaku tak tahu menahu mengenai proses produksi alat peraga edukasi. “Akhirnya sama teman-teman produksi saya dibimbing dan dikenalkan alat-alat produksi peraga edukasi sampai akhirnya sekarang sudah bisa. Motivasi saya masuk sini yaitu bagaimana caranya saya harus bisa bekerja, dan alhamdulillah Yayasan Penyandang Cacat Mandiri mau menampung saya,” paparnya.

Meski sejak kelas 4 SD Yoko harus kehilangan kedua kakinya karena ketabrak kereta api dan sakit tumor yang Ia derita, namun Yoko tak merasa dibeda-bedakan oleh orang-orang disekitarnya. “Umur 10 tahun kaki kanan saya harus diamputasi karena ketabrak kereta, sedangkan kaki yang kiri diamputasi karena sakit tumor yang saya derita. Walaupun saya cacat, namun perlakuan orang tua sama seperti ke anak normal lainnya,” kenang Yoko.

Sebagai penyandang disabilitas, Yoko mengaku kendala yang dulu sempat Ia hadapi adalah lokasi sekolah yang jauh dari rumahnya sehingga Ia sering kesulitan untuk sampai kesana karena banyak angkutan umum yang tidak mau diberhentikan oleh Yoko yang menggunakan kursi roda.

Di akhir pertemuannya dengan tim Bisamandiri.com, Yoko berharap agar teman-teman sesama difabel yang saat ini masih minder supaya semangat dan mau berusaha. “Kita harus memiliki keahlian dan berusaha mengembangkannya. Walaupun kita difabel namun bila memiliki keahlian pasti orang-orang akan menerima kita. Bagaimanapun kondisinya kita harus bisa menghidupi diri kita sendiri, sebab orang-orang yang menyayangi kita suatu saat nanti akan pergi meninggalkan kita,” pesan Yoko bagi sesama difabel.

Source https://bisamandiri.com https://bisamandiri.com/blog/2014/10/kreasi-tanpa-batas-yoko-pengrajin-kayu-difabel/
Comments
Loading...