Kerajinan Kayu Langka Khas Di Karimunjawa

0 254

Kerajinan Kayu Langka Khas Di Karimunjawa

Pulau Karimunjawa Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, memang dikenal menjadi surga eksotis bagi wisatawan. Selain wisata pantai, daerah di pesisir Pantai Utara Jawa itu juga dikenal memiliki aneka ragam kerajinan khas yang cocok untuk buah tangan.

Salah satu yang legendaris ada di Karimunjawa adalah kerajinan yang terbuat dari tiga jenis kayu khas Karimunjawa berjenis Dewandaru, Stigi, dan Kalimasada.

Tiga jenis kayu yang banyak tumbuh di kawasan tersebut, kerap dijadikan aneka ragam kerajinan seperti keris, cincin, pipa rokok, batu kalung, aksesoris unik hingga tongkat yang sering digunakan para pejabat.

Ahmad Biki, seorang pengrajin kayu khas Karimunjawa mengaku tiga jenis kayu khas Karimunjawa kerap disebut sebagai kayu ajaib. Ia menceritakan bahwa dirinya kerap menemukan hal-hal unik di dalamnya selama selama puluhan menggeluti sebagai pengrajin kayu.

“Tiga kayu khas Karimunjawa ini, memang banyak memiliki keunikan. Barangnya juga semakin hari makin langka,” kata Biki, ditemui di bengkel kerajinannya di Jl Danang Doyo, Karimunjawa.

Ia menjelaskan, jenis kayu Dewandaru banyak dipercaya sebagai simbol kewibawaan. Orang percaya, jika mendapat kayu tersebut di Karimunjawa akan mendapatkan banyak sugesti. Seperti bisa menjaga rumah maupun penangkal segala macam santet.

Khusus kayu jenis Stigi. Kayu ini memiliki keunikan sebagai penawar jenis racun, khususnya racun ular. Menurut Biki, kandungan di dalam serat kayu itu mampu mengeluarkan racun dan telah terbukti secara medis.

Selain kayu penawar, Biki menyebut kayu Stigi juga memiliki nilai artistik tinggi. Di mana, kayu itu memiliki corak tiga dimensi. Ia menyebut corak kayu itu sebagai barik, atau doreng yang setiap bagiannya seolah tampak hidup. Namun, corak khas ini kini sangat langka meski peminatnya begitu banyak. 

“Kayu yang paling berkualitas ini bisa bernilai jual tinggi. Saya pernah menjualnya Rp3 juta dengan jenis tongkat,” katanya.

Sama seperti Dewandaru dan Stigi, kayu jenis Kalimasada juga memiliki segudang keunikan. Kebanyakan kayu ini banyak menjadi beragam aksesoris yang banyak dijual kepada para wisatawan yang datang ke Karimunjawa.

Sebagai pengrajin kayu, Biki pun mengaku kini kesulitan untuk mendapatkan tiga jenis kayu khas tersebut yang benar-benar berkualitas unggul.

“Pas ada pesanan bisa mencapai 20 sampai 25 jenis tongkat. Kalau untuk keris kayu kuno, saya jual Rp1 juta, tetapi rata-rata Rp250 ribu dan aksesoris Rp20-Rp100 ribu, ” ujarnya.

Source https://www.viva.co.id https://www.viva.co.id/gaya-hidup/travel/974609-uniknya-oleh-oleh-dari-kayu-langka-khas-karimunjawa
Comments
Loading...