Kerajinan Kebaya Tua Di Surabaya

0 140

Kerajinan Kebaya Tua Di Surabaya

Mampir ke rumah Henny Hasyim ibarat masuk ke museum kebaya. Di ruang tamu, terdapat lemari besar. Di dalamnya tersimpan berbagai macam kebaya. Warnanya beragam. Tertata apik. Hal itu menjadi bukti bahwa sang pemilik sangat melindungi koleksinya.

Koleksi kebaya milik Henny juga tertata rapi di beberapa gantungan baju. Modelnya sangat lawas. Bergagang kepala naga. Gantungan baju tersebut terisi penuh. Ada kebaya yang berwarna biru, hijau tua, oranye, dan pink.

Henny lantas mengambil salah satu kebaya. Warnanya putih. Di bagian kancing terdapat motif dengan rongga kecil yang disebut krancang. Polanya sangat halus. Berbeda halnya dengan kebaya yang dibuat saat ini. ’’Ini kebaya tahun 1890,’’ ucapnya.

Kebaya putih polos itu merupakan koleksi kesayangan Henny. Selain usianya yang sudah menginjak seratus tahun, tidak mudah memperolehnya. Dia harus bersaing dengan kolektor dari negara lain. ’’Untungnya, saya yang dapat,’’ kata perempuan 52 tahun tersebut, lantas tersenyum.

Ketertarikannya pada kebaya berawal pada 2000. Ketika itu, Henny sudah membuka jasa jahit baju. Pesanannya lumayan. Dari sana, ibu tiga anak tersebut mendapat pemasukan tambahan untuk membiayai keluarganya.

Suatu hari dia mendapat pesanan dari salah seorang pelanggan setia. Dia diminta membuat kebaya untuk pernikahan. Temanya adalah perkawinan putri. ’’Mulai menggambar desain sampai menjahit saya lakukan (sendiri),’’ ujarnya.

Dia mengatakan, saat itu merupakan awal mula dirinya mengerjakan kebaya. Berbagai referensi pun dikumpulkan. Mulai melihat majalah, hunting model kebaya di toko-toko, hingga mengamati model kebaya di internet.

Setelah ide muncul, Henny mendesain gambar. Pola bunga menjadi pilihan. Sebelum dijadikan pakaian, desain itu diserahkan kepada pelanggan. Begitu mendapat persetujuan, Henny langsung menjahitnya. ’’Setelah jadi, responsnya baik,’’ ujarnya.

Pujian tersebut memotivasi Henny. Minatnya terhadap kebaya makin besar. Dia terus berburu beragam model kebaya. Dia juga giat mendatangi pameran kebaya di berbagai kota. Pada 2002, dia mendatangi pameran kebaya di Bali. Saat itu Henny berkenalan dengan Yono, pedagang kebaya kuno dari Jepang. Pria tersebut sudah lama tinggal di Bali. Selain menjual kebaya, dia berburu kebaya.

Kepada Henny, Yono mengaku hanya berburu kebaya lawas. Pakaian berusia ratusan tahun tersebut dikumpulkan. Entah kondisinya baik atau rusak. Setelah dibeli, pakaian itu diperbaiki. Misalnya, sudut yang bolong. Apa yang terjadi setelah kondisinya oke? Ternyata, kebaya tersebut kembali dijual Yono dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Henny pun tertarik. Awalnya, dia diberi pekerjaan oleh Yono. Yakni, memperbaiki kebaya yang rusak. Order pertamanya adalah kebaya bermotif orang yang berdansa. Kebaya yang bolong itu harus ditisik agar kerusakannya tidak tampak. ’’Saya kerjakan sebulan,’’ ujar alumnus Akademi Sekretari dan Manajemen Indonesia Surabaya tersebut.

Source https://www.jawapos.com https://www.jawapos.com/features/16/05/2017/zakiya-handayani-pengrajin-sekaligus-kolektor-ratusan-kebaya-tua
Comments
Loading...