Kerajinan Kebun Dalam Kaca Di Jakarta

0 98

Kerajinan Kebun Dalam Kaca Di Jakarta

Banyak manfaat yang bisa didapat dari berkebun. Selain mendekatkan diri dengan alam, berkebun ternyata juga menjadi lahan bisnis yang menjanjikan. Namun tidak semudah itu, lahan yang sempit khususnya di Ibu Kota menjadi kendala untuk berkebun.

Pasangan suami istri Kirenia Windiah dan Eko Yuli Priyanto memutar otak dan menyiasati kurangnya lahan untuk berkebun. Salah satunya dengan membentuk terarium atau kebun di dalam wadah kaca. Membuat kebun dalam wadah kaca hanya memerlukan pasir, kerikil, batu dan sukulen berpadu dalam gelas kaca yang menyerupai akuarium.

Kebun mungil ini dinamakan terarium. Dengan terarium, orang dapat berkebun tanpa harus terlalu repot.

Kireinatidak menyangka bisnis terarium ternyata cukup laris di kota besar. Eko akhirnya mengembangkan usaha dengan membentuk Studio Saestu, bisnis ini mulai dijalankan pada 2014 lalu. Kireina menjelaskan Studio Saestu merupakan produsen terarium yang menjual berbagai jenis terarium.

“Terarium bisa dijadikan pengganti tanaman hias. Terarium juga memungkinkan dibuat oleh orang-orang di rumah,” ujarnya.

Neina panggilan akrabnya menjelaskan, keahliannya dalam seni dekoratif terarium makin terasah dengan seringnya dia melakukan latihan dan berani melakukan permainan warna untuk pernak-perniknya. Dalam sebulan, Neina bisa menghasilkan 80 -120 terarium.

Seiring berjalannya waktu, terarium buatan Neina makin dikenal masyarakat. Selain banyaknya model terarium yang sudah dibuat, permintaan masyarakat pun terus meningkat. Selain proses pembuatannya terbilang mudah, mendapatkan bahan bakunya pun tidak sulit. “Bahan bakunya seperti kaca, kuningan dan stainless steel,” jelas dia.

Dia membanderol terarium mulai dari Rp 300 ribu – Rp 1,5 juta per buah. Harga tersebut disesuaikan dengan ukuran, jenis tanaman dan tingkat kerumitannya. Dari bisnis ini, Neina bisa meraup omzet hingga Rp 15 juta per bulannya.

Selain menjual untuk konsumen, dia juga menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan makanan dan wedding organization. “Memang rata-rata pelanggan kami untuk dekor restoran, wedding juga di Jakarta dan Bandung,” jelas dia.

Untuk membuat terarium ada beberapa tips yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah penggunaan medium. Medium yang dipilih beragam, dari mulai tanah hingga pasir. Namun tentunya pemilihan medium ini harus disesuaikan dengan tanaman yang hendak digunakan. Beberapa jenis medium seperti tanah, batu dan pasir bisa digunakan.

Sedangkan untuk pemilihan tanaman harus sejenis kaktus. Tanaman ini menyimpan cadangan air di dalam tubuh dan daunnya. Bisa juga tanaman pakis seperti suplir. Untuk penempatannya, terarium memiliki efek seperti rumah kaca. Jadi suhu di dalam rumah kaca lebih panas dibandingkan dengan suhu di luar. Hal ini menyebabkan terarium tidak boleh diletakkan di panas matahari langsung. Terarium pun cocok diletakkan dalam ruangan menggunakan AC seperti perkantoran.

Neina mengaku bagi pelaku usaha yang ingin terjun ke bisnis ini harus memiliki pengetahuan tentang tanaman dan estetika. Selain cermat memilih tanaman yang cocok dibudidayakan di dalam wadah kaca, pengusaha juga harus bisa menata aneka tanaman dan media tanam agar terlihat apik.

Kendati memiliki prospek cerah, Neina tak menampik bahwa bisnis tanaman hias memiliki tren tertentu. “Bisnis tanaman naik turun, untuk itu harus rajin browsing, kreativitas, dan kalau bisa memang hobby,” tutupnya.

Source https://www.merdeka.com https://www.merdeka.com/uang/bisnis-kebun-dalam-kaca-suami-istri-ini-kantongi-rp-15-jutabulan.html
Comments
Loading...