Kerajinan Kemoceng Rambut Di Purbalingga

0 114

Kerajinan Kemoceng Rambut Di Purbalingga

Hampir di setiap rumah, kantor, dan yang lainnya, pasti membutuhkan peralatan kebersihan. Salah satu alat kebersihan yang pasti ada adalah kemoceng. Berbagai jenis kemoceng bisa kita temui di sekitar kita. Ada kemoceng yang terbuat dari tali, bulu ayam, ada pula yang terbuat dari rambut sintetis.

Kemoceng dengan bahan baku rambut sintetis inilah yang ditekuni salah seorang pengrajin asal Purbalingga, Erwin Nur Wahidin. Bermula dari niat membantu temannya yang membutuhkan modal untuk membuat kemoceng rambut, kini ia bisa memasarkan kemoceng rambut produksinya hingga ke penjuru tanah air.

“Awalnya ada teman yang butuh modal, karena dia kewalahan untuk memenuhi orderan. Kemudian kita sepakat untuk kerja sama. Setelah berjalannya waktu, ternyata hasilnya lumayan, dan saya pun ikut memasarkan via online. Dan karena order yang semakin banyak, akhirnya saya rekrut orang-orang yang bisa bikin kemoceng rambut ini. Tempat dan peralatan pun saya fasilitasi.” tutur pemuda asal Karangklesem Purbalingga.

Ketika memulai usaha, bapak dua anak ini pun bukan tanpa kendala. Pernah suatu ketika pelanggannya mengembalikan pesanannya. Dan Erwin pun menangung semua kerugian dari retur tersebut. Penyebab returnya dikarenakan sebagian produk yang ia kirim rusak ketika sampai di tangan pelanggannya dari Jakarta.

“Kemoceng rambut yang baik kualitasnya kan yang mengembang. Jadi setelah dibungkus dan dikirim, ternyata ada sebagian kemoceng yang tidak mengembang,” tutur alumni S1 teknik kimia ini. Setelah dipelajari, ternyata tidak semua bahan rambut sintetis bisa menghasilkan kemoceng yang berkualitas. Hanya bahan yang agak kaku yang bisa dibuat jadi kemoceng rambut yang berkualitas baik.

Sejak memulai bisnis sampingan ini di tahun 2011, putra kedua dari tiga bersaudara ini berkomitmen ketika menjalin hubungan bisnis, tidak ingin ada pihak yang dirugikan. Pengusaha sukses yang juga berprofesi sebagai supervisor salah satu perusahaan pupuk ini juga memiliki keyakinan bahwa setiap yang diawali dengan sesuatu yang halal maka Allah pun akan memberikan keberkahan dalam bisnisnya. Oleh karena itulah, modal yang ia gunakan bukan berasal dari dana ribawi.

Kini usaha kemoceng rambut ini sudah berkembang, tatkala saudara dan teman-temannya ikut memasarkan. “Ada diantara mereka yang lancar ordernya, meskipun ia hanya mencari keuntungan 200 rupiah per item, tapi bisa order rata-rata seribu item per pekan,” tambah Erwin.

Kini, pria yang tinggal di Desa Meri Purbalingga ini rata-rata bisa menjual 3.000 sampai 5.000 kemoceng rambut per pekan, dengan omset mencapai Rp 25 juta per pekan, dan keuntungan bersih yang ia dapatkan, berkisar 10 hingga 15 persen dari omzet.

“Penjualan kemoceng ini tidak selamanya ramai. Terutama ketika musim penghujan. Omset bisa menurun karena klien tidak bisa memasarkan.” ungkapnya tentang kendala bisnisnya tersebut.

Selain itu, dengan jumlah tenaga kerja 3 orang, ia sering kewalahan untuk memenuhi pesanan yang mencapai lima ribu item. Untungnya ia punya kenalan beberapa pengrajin kemoceng rambut yang lain, sehingga ia bisa bekerja sama dengan mereka tanpa mengurangi kualitas produk kemoceng rambut yang ia pasarkan.

“Kesuksesan bisnis itu modalnya hanya kepercayan penuh dari pelanggan, kita juga harus memahami kondisi klien kita, serta komitmen dengan kualitas produk, ketepatan waktu pengiriman, dan kita mau menerima retur dari produk kita yang rusak. Jika sudah demikian, maka akan tumbuh loyalitas pelanggan kepada kita, dan kita pun harus loyal kepada mereka. Meski hal ini tidak terbentuk satu atau dua hari, tapi bisa sampai satu atau dua tahun.” pungkasnya sembari menceritakan kiat suksesnya berbisnis.

Source https://bisnisukm.com https://bisnisukm.com/bisnis-kemoceng-jalan-kerjaan-kantor-tak-terabaikan.html
Comments
Loading...