Kerajinan Kendang Jimbe Khas Di Blitar

0 354

Kerajinan Kendang Jimbe Khas Di Blitar

Tak hanya dikenal sebagai Kota Pariwisata, dibidang perdagangan pun Kota Blitar juga mengalami perkembangan yang cukup pesat. Salah satunya adalah industri kerajinan dari bahan kayu, terutama kendang jimbe.

Daerah yang cukup terkenal sebagai penghasil kendang jimbe adalah Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Di daerah ini sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai pengrajin kendang, juga merupakan sentra kerajinan bubut di Kota Blitar.

Dari sebuah studi universitas ternama di Indonesia, Blitar memiliki 124 unit industri dengan kurang lebih 1.500 pekerja. Setiap unit industri pengrajin kendang ada antara dua sampai tiga puluh pekerja. Industri dibidang kerajinan kendang jimbe ini paling banyak adalah industri rumahan dengan tenaga kerja berasal dari keluarga.

Kegiatan usaha kerajinan kendang ini sudah ada sejak tahun 1974. Dan berkat kerajinan usaha kendang ini Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menjadikan kawasan ini sebagai kampung wisata.

Salah satu produsen kendang yang produknya sudah terkenal hingga ke berbagai negara adalah Agven. Dimana kendang jimbe produksinya saat ini sudah di ekspor ke Australia dan juga Cina.

“Pasar kita hingga ke negeri kangguru, tapi paling banyak adalah negeri tirai bambu cina, tak kurang dari 1500 hingga 4500 buah gendang jimbe di ekspor ke Cina setiap bulannya,” papar Adven.

Harga kendang jimbe ini, kata dia, bervariasi mulai dari Rp. 100 ribu sampai Rp. 550 ribu perbuah. Tergantung jenis dan ukurannya. Untuk kendang jimbe yang bermotif painting atau polos dijual mulai Rp. 100 ribu sampai Rp. 400 ribu. Sedangkan yang bermotif ukiran dibandrol paling mahal, yakni Rp. 500 ribu.

“Saat ini yang paling banyak diminati yang model dipainting atau dicat bagian bawahnya seperti ini, sedangkan ukuran yang paling laris ya yang besar-besar,” ungkapnya. Dijelaskannya, untuk proses produksi untuk seratus buah kendang jimbe dibutuhkan waktu selama lima hari.

Mulai dari proses pembubutan, pemelituran, pengecatan, pengukiran, hingga pemasangan kulit. Untuk proses produksi sendiri ia masih sangat tergantung dengan cuaca. Pasalnya saat cuaca tidak menentu, cat maupun kulit yang sudah dipasang memerlukan waktu pengeringan yang cukup lama.

“Setelah dipasang kulit dan di cat masih harus dijemur, proses ini biasanya membutuhkan waktu cukup lama, tergantung cuaca saat itu,” tukasnya.

Saat ini dari usaha yang sudah digeluti keluarganya sejak tahun 2002 lalu tersebut, sudah memiliki 17 karyawan. Untuk membantu memproduksi gendang jimbe. “Yang kerja disini sebenarnya cuma enam orang, namun yang lain pengerjaanya dibawa ke rumah masing-masing nanti jika sudah jadi diantar kesini, mereka tinggal membawa bahan mentah dari sini,” pungkas Adven.

Source https://www.jatimtimes.com https://www.jatimtimes.com/baca/151210/20170214/152737/kendang-jimbe-kerajinan-ikon-wisata-kota-blitar/
Comments
Loading...