Kerajinan Kendi Di Nganjuk

0 61

Kerajinan Kendi Di Nganjuk

Para perajin kendi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, kesulitan mengembangkan usaha dengan modal yang terbatas serta alat yang masih tradisional.

Sunti, salah seorang perajin di Desa Kerepkidul, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jumat, mengaku sengaja mengurangi produksi.

“Saat ini paling hanya 50 kendi kami produksi per hari. Kami tidak mampu membuat lebih banyak lagi,” katanya.

Sunti mengaku kesulitan untuk mengembangkan usaha. Selain modal yang terbatas, ia juga kesulitan untuk menjual produknya. Padahal, permintaan akan kendi selalu naik tiap waktu.

Ia mengatakan, keterampilan membuat kendi itu ia dapat sejak kecil. Usaha yang ia jalani saat ini adalah usaha keluarga yang sudah ada sejak lama.

“Usaha ini sudah ada sejak turun temurun. Kalau belajar membuat kendi sudah dari kecil, tapi memproduksi secara serius baru pada usia 16 tahun,” katanya.


Untuk membuat kendi, kata dia, memang tidak sembarang orang bisa, mulai dari proses pengadukan tanah dicampur dengan pasir, pembuatan bentuk di atas meja putar, serta penghiasan. Bahkan, untuk proses pengeringan dan pembakaran juga memerlukan proses tersendiri.

Untuk proses pengadukan tanah, ia menyebut dimulai dengan penakaran. Empat karung tanah dikeringkan terlebih dahulu sebelum akhirnya dicampur dengan air dan pasir satu sak.

Tanah dan pasir itu lalu diaduk, diinjak-injak hingga lumat dan bisa dibentuk apa saja termasuk kendi. Tanah ditutup menggunakan plastik, agar tidak cepat kering.

Setelah adonan tanah dan pasir itu selesai, lalu diambil segenggam tanah itu diletakkan di atas meja putar. Di atas meja itu, proses pembuatan kendi dimulai.

Dibutuhkan waktu satu pekan untuk proses pengeringan. Para perajin tidak bisa langsung memanaskan hasil kendi yang sudah jadi, karena akan pecah.

Setelah itu, kendi-kendi yang sudah dibuat itu dibakar. Proses pembakaran juga memerlukan teknik tersendiri, menggunakan kayu bakar, dan setelah matang ditutup dengan daun trembesi agar warna kendi menjadi menarik.

Harga kendi ternyata tidak sesuai dengan rumitnya proses pembuatan mulai dari pengambilan tanah dari sawah, pembuatan, hingga proses pembakaran. Harganya hanya Rp1.400 per biji.

Sunti berharap perhatian dari pemerintah untuk pengembangan usaha kecil menengah seperti dirinya. Tetapi, selama ini, ia tidak pernah mendapatkan kucuran bantuan dari pemerintah untuk pengembangan usahanya.

Source https://jatim.antaranews.com https://jatim.antaranews.com/berita/71763/perajin-kendi-nganjuk-kesulitan-kembangkan-usaha
Comments
Loading...