Kerajinan Keranjang Anyaman Toge Di Gampong

????????????????????????????????????
0 181

Kerajinan Keranjang Anyaman Toge Di Gampong

Gampong Geudong Tampu, Kecamatan Jeumpa hanya berjarak sekitar 3 Km dari pusat Kota Bireuen. Kawasan gampong ini  merupakan pusat kerajinan anyaman kerajang toge yang terkenal di kawasan pesisir itu.

Selain  bertani,  kaum perempuan warga Geudong Tampu berprofesi sebagai perajin anyaman daun kelapa, yang menghasilkan produk kerajang toge. Kerajinan anyaman daun kelapa untuk kerajang toge ini sudah dikenal sebagian besar wilayah  di Aceh, termasuk wilayah Sumatera Utara, terutama pedagang toge.

Namun sayang, kerajinan yang dimulai secara turun menurun itu belum mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah Bireuen, kendati usaha itu telah dirintis puluhan tahun silam.

“Rata-rata keluarga disini memiliki keahlian bidang merajut daun kelapa, bahan baku untuk menjadi  kerajang toge, terutama remaja putri dan anak-anak. Meski ini sudah menjadi sebuah ikon gampong, tapi sejauh ini pemda melalui dinas terkait belum  pernah memberi modal usaha bagi mereka, dalam mengembangkan usahanya.Tidak heran, bila tangan-tangan warga Geudong Tampu bisa menyelesaikan hasil anyaman tersebut dengan sempurna, seperti halnya Nek Maryam (60) yang telah melakoni kegiatan anyaman ini sejak Ia masih di bangku SMP dulu.

Kendati sudah tua, Ia bisa mengatur bilah atau lembaran-lembaran daun kelapa secara tindih-menindih dan saling menyilang. Bilah atau lembaran-lembaran yang diatur tersebut dapat menghasilkan bentuk bundar hingga akhirnya bulat menjadi sebuah kerajang.Benda anyaman  dengan motif anyaman kombinasi tampak lebih indah dan menarik dari pada anyaman dengan motif anyaman dasar tunggal ini. Kerajinan kreatif anyaman ini bernilai ekonomis  bagi warga.“Biasanya setelah kita rajut anyaman ini, sepekan ke depan baru ada yang membelinya.

Rata-rata pihak agen pengumpul yang membeli dan  kembali dijual untuk dipasarkan ke sejumlah kota di Aceh”, katanya.Untuk  sebuah kerajang biasanya pihak agen pengumpul membelinya sekitar Rp2500 dan dijual sekitar Rp3000 per keranjang. Sedangakan bahan baku, pelepah daun kelapa basah itu harganya hanya Rp1000 yang dipasok pihak agen lainnya. Diakui Nek Maryam, bila dinilai dengan pemasukan hasil penjualan kerajang toge ini memang tidak sesuai, tapi ini sudah merupakan tradisi kampung kami, sehingga, mau tidak mau harus dilakukan meski pendapatannya tidak sesuai.

“Hampir 90 rumah dari 165 kepala keluarga di dua dusun desa Geudong Tampu ini memiliki sentral kerajinan anyaman daun kelapa bahan kerajang toge”, kata  Sekdes Geudong Tampu, Fitriani. Selama ini, tambah Fitriani rata-rata perajin mengeluarkan modal pribadi, belum pernah mendapat perhatian atau bantuan dari pemerintah, termasuk pembinaan terhadap sentral kerajian desa. “Kalau pendataan atau permintaan pemilik sentral industri anyaman dari Disperindagkop dan UKM Bireuen  ini sudah sering, bahkan hampir setiap tahun, tapi itupun hanya sebatas mendata saja,” ujarnya.

Source https://www.goaceh.co https://www.goaceh.co/berita/baca/2016/11/06/anyaman-kerajang-toge-ikon-gampong-geudong-tampu-yang-dilupakan
Comments
Loading...