Kerajinan Keranjang Parsel Di Makassar

0 544

Kerajinan Keranjang Parsel Di Makassar

Permintaan keranjang parcel atau bingkisan jelang Hari Raya Idul Fitri meningkat. Para pedagang di Makassar kebanjiran pesanan. Salah satu lokasi pengrajin keranjang parcel di Jalan Rajawali, tepatnya di lorong 9 dan lorong 10, Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso, Makassar.

Dua lorong ini cukup populer dengan julukan lorong parcel. Hanya ada enam keluarga atau pemilik usaha parcel di dua lorong di permukiman padat penduduk ini. Meski demikian, usaha rumahan di sana mampu menyerap tenaga kerja dari sekitaran.

Muhammad Syukur, salah seorang pemilik usaha keranjang parcel di lorong 9 mengungkapkan, jika tiba saat Ramadan dan Lebaran, selalu banjir pesanan. Sehingga omzet pun meningkat hingga dua kali lipat dalam sebulan.

“Jika di hari-hari biasa, omzet per bulan sebesar Rp 10 juta dari jumlah produksi keranjang parcel sebanyak 1.000 hingga 1.500 keranjang. Maka di bulan Ramadan dan Lebaran bisa naik dua kali lipat menjadi Rp 30 juta, dari jumlah produksi 2.000 hingga 3.000 keranjang,” ungkap Syukur.

Syukur menambahkan, usaha keranjang parcel ini bersama adiknya, Muhammad Firman. Warisan turun temurun dari kakeknya, sehingga saat ini sudah dikelola turunan ke tiga.

Khusus perakit keranjang parcel model bertingkat atau bersusun satu sampai tiga susun dikerjakan enam sampai tujuh tenaga kerja laki-laki. Tapi untuk penganyam keranjang parcel khusus untuk buah lebih banyak dikerjakan kaum ibu-ibu rumah tangga, yang jumlahnya hingga 10 orang.

“Sistem kerjanya borongan yang upahnya dihitung berdasarkan banyaknya keranjang parcel diselesaikan. Dari satu keranjang diselesaikan, upah tenaga kerja bervariasi tergantung jenis keranjangnya. Upah Rp 500 untuk satu keranjang jenis keranjang buah uang, bentuknya oval atau bulat upah Rp 6.000 untuk satu keranjang jenis bertingkat atau bersusun,” tutur Syukur.

Muhammad Firman menambahkan, rata-rata pekerja menyelesaikan enam hingga 10 keranjang bertingkat. Sementara khusus keranjang buah dikerjakan ibu-ibu rumah tangga rata-rata menyelesaikan 50 hingga 100 keranjang.

Harga grosir keranjang parcel dibanderol mulai dari Rp 7.000, Rp 17 ribu, Rp 25 ribu hingga Rp 60 ribu, tergantung jenis keranjangnya.

Bahan baku dibeli dari gudang rotan di kabupaten tetangga, Kota Maros yang asal rotannya dari Palu, Sulawesi Tengah dan Mamuju, Sulawesi Barat.

Meski banyak permintaan, penambahan tenaga kerja tidak signifikan. Cukup dengan menggenjot penyelesaian jumlah keranjang, atau dengan mengambil keranjang parcel sudah jadi, dari kolega sesama pengrajin keranjang parcel demi memenuhi permintaan untuk menjaga kepercayaan konsumen.

Source https://www.hetanews.com https://www.hetanews.com/article/57474/jelang-lebaran-pengrajin-keranjang-parcel-di-makassar-banjir-order
Comments
Loading...