Kerajinan Keris Di Trenggalek

0 296

Kerajinan Keris Di Trenggalek

Dengan sangat hati-hati, Hadi Sunaryo membakar lempengan besi di sebuah tungku khusus yang ada di dalam rumahnya. Besi yang telah memerah selanjutnya ditempa berulangkali hingga sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Kegiatan yang dilakukan warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek ini tak ubahnya seperti pandai besi, namun yang membedakan adalah karya yang dihasilkan. Sunaryo merupakan salah satu empu atau pembuat keris asal Trenggalek yang telah berkiprah selama 13 tahun.

“Mulai tahun 2004 saya mulai menekuni seni perbesian utamanya besi aji atau pusaka. Pada awalanya itu saya tidak ada niatan untuk menjadi seorang empu, tahu-tahu senang dengan keris, di balik keris itu ada apa,” katanya.

Dari kecintaannya itulah membuat Sunaryo semakin penasaran, hingga akhirnya terus menggali dan menelisik keunikan keris melalui berbagai sumber dan referensi. Kesukaannya terhadap benda pusaka tersebut tidak lepas dari aktivitas orang tuanya yang berprofesi sebagai pedagang keris.

Pria yang dikenal dengan nama Aryo Pulanggeni ini bercerita, kemampuannya membuat benda pusaka itu bermula saat berkenalan dengan seorang empu dari Madura. Dari situlah ia belajar tata cara dan tahapan dalam membuat keris yang bagus. Selain itu, ia juga melanglang buana untuk menimba ilmu tentang pembuatan keris ke sejumlah empu yang tersebar di Pulau Jawa.

Menurutnya, untuk membuat satu bilah keris membutuhkan waktu 3-5 lima hari. Proses pembuatan tidak bisa dilakukan secara sembarangan, karena ada berbagai tahapan dan cara khusus yang harus dilalui.

“Besi yang digunakan juga tidak boleh asal-asalan, kalau saya menggunakan besi Pulosasi dan besi Belitung. Bahkan untuk keris tertentu lebih rumit lagi, karena arangnya juga khusus,” ujarnya.

Tahapan pembuatan setiap bilah keris dilakukan dengan hati-hati dan ketelatenan, karena benda yang dihasilkan bukan sekedar senjata tajam maupun belati, melainkan sebuah karya seni.

“Yang sulit itu adalah membuat keris pusaka bernilai seni tinggi, karena prosesnya rumit, bahanya juga demikian dan maharnya pun juga tinggi,” katanya.  Sunaryo menambahkan, satu bilah keris karyanya bisanya dijual mulai harga Rp 600 ribu hingga Rp 4 juta. Tinggi rendahnya harga ditentukan dari jenis maupun tingkat kerumitan.

Berkat ketekunan yang dilakukan selama belasan tahun terakhir, keris buatannya kini mulai diakui oleh para pecinta pusaka dari berbagai kota. “Pemesannya rata-rata dari teman-teman paguyuban penggemar pusaka itu, mereka sekaligus menjadi marketingnya untuk mengenalkan ke orang lain,” imbuhnya.

Source https://news.detik.com https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3662960/mengintip-aktivitas-pembuat-keris-di-trenggalek
Comments
Loading...