Sentra Kerajinan Keset Di Solo

0 435

Sentra Kerajinan Keset Di Solo

Tak banyak orang tahu, kalau di Solo itu ternyata memiliki sentra home industry keset. Berlokasi di wilayah Joyotakan, Serengan, Solo, perlu diketahui sentra industri keset ini ternyata telah mengakar dan secara turun temurun ditekuni oleh para warga sekitar semenjak tahun 1980-an.

Salah seorang warga Joyotakan RT 5/RW III, Serengan, Solo, Sumardi menceritakan ia bersama istrinya Giyarmi, termasuk perajin keset generasi tua yang ada di wilayah Joyotakan. Semenjak masih muda hingga menjadi kakek berusia 65 tahun, ia setia memproduksi keset meskipun hanya menjadi profesi sampingannya.

Kata Mardi, industri keset di wilayah Eks Karisidenan Surakarta mengalami kemunduran. Menurutnya, dahulu tidak hanya di Joyotakan saja yang memproduksi keset, namun wilayah lain seperti Sragen dan Sukoharjo pun juga membuat salah satu piranti rumah tangga ini. Namun seiring dengan berjalannya waktu, kegiatan memproduksi keset ini mulai ditinggalkan oleh orang. Hal ini dikarenakan keuntungan yang didapat dari membuat keset tak banyak.

Dijual ke pengepul Rp 5.000 per keset, Mardi mengaku, ia hanya mendapatkan keuntungan Rp 2.000 hingga Rp 2.500 per keset. Bahkan karena hal ini, anak muda yang ada wilayah Joyotakan pun kini tak berminat menekuni dan melanjutkan tradisi orang tuanya untuk membuat keset. Mardi menuturkan, bagi anak muda sekarang, nilai ini dirasa terlalu kecil dibandingkan dari tingkat kerumitannya. Karenanya, anak muda pun kini lebih suka bekerja di pabrik atau di toko.

Kata Mardi, produksi keset ini sekarang didominasi oleh ibu rumah tangga. Membuat keset dijadikan profesi sampingan untuk menambah perekonomian keluarga, di samping profesi utama sebagai ibu rumah tangga. Satu orang dapat memproduksi hingga 5 keset per harinya. Dengan upah yang diterima per hari sekitar Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per orang.

Mardi menerangkan, di tengah gigihnya warga Joyotakan melestarikan tradisi membuat keset, ada hal yang disayangkan Mardi bersama rekan-rekannya, yakni belum adanya dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta untuk mendorong dan memajukan industri keset di Kota Solo. Dia mengungkapkan, karena banyaknya keterbatasan itulah, saat ini keset buatan warga Joyotakan hanya dipasarkan di wilayah Solo saja.

“Selama ini ada sejumlah yayasan yang sering mendata, katanya mau ngasih bantuan, tetapi ternyata sampai sekarang bantuannya juga gak turun-turun. Kami pun pernah dapat bantuan, itu pun hanya satu gunting dan mesin jahit yang justru diberikan kepada warga yang tidak memproduksi keset. Meksipun kami bisa mandiri, namun kami ingin Pemkot lebih perhatian dan mengangkat perekonomian warga Joyotakan melalui keset,” pungkasnya.

Source http://dok.joglosemar.co http://dok.joglosemar.co/baca/2014/11/01/sentra-industri-keset-di-joyotakan-jumlah-perajin-susut-produksinya-redup.html
Comments
Loading...