Kerajinan Keset Dari Limbah Sumbu Di Gresik

0 115
Kerajinan Keset Dari Limbah Sumbu Di Gresik

Remeh, diinjak-injak, tapi menguntungkan. Itulah keset. Bisnis keset tetap menggiurkan dengan makin tumbuhnya hunian dan bangunan. Seiring hunian dan bangunan yang bertumbuh pasti membutuhkan keset. Produsen keset di Gresik, Jawa Timur bisa mengantongi omzet sekitar Rp 20 juta per bulan dari penjualan keset berbahan baku sumbu dan karet.

Kendati letaknya yang ada di bawah dan diinjak-injak, keset memiliki peran vital di zaman sekarang. Sebab, keset menjadi sarana awal menjaga kebersihan rumah. Tak heran, permintaan keset selalu ada. Bahkan bertambahnya tempat tinggal dan kantor membuat peluang bisnis keset kian menganga.

Meski bisnis enteng, para pembeli tak sembarangan memilih keset. Pembeli biasanya mencari keset yang memiliki kualitas bagus, terutama mampu menyerap air dan tidak licin sehingga si pemakai tidak akan terpeleset. Produsen keset pun bersaing di produk seperti ini. Keset karet dan dan sumbu bisa menjadi alternatif.

Ifado Alif Yusfi, produsen keset di Gresik, Jawa Timur telah memproduksi keset sumbu dan karet sejak lima tahun lalu. Dia melihat sisa industri yang bisa dimanfaatkan menjadi keset. Apalagi, “Dalam industri keset sudah biasa menggunakan bahan-bahan limbah,” kata Ifado.

Ifado mengatakan, sumbu yang digunakannya berasal dari sisa industri kompor dan juga ban bekas. Ia bilang, dengan menggunakan bahan sumbu dan karet daur ulang, produknya mempunyai kelebihan di mata konsumen. Tapi, beralihnya masyarakat dari penggunaan kompor minyak ke kompor gas membuat Ifado harus memesan sumbu kompor secara khusus.

Meski berbahan dasar sisa pabrik, kualitas keset buatannya sudah diakui di luar negeri dan juga tahan lama. Satu kodi atau 20 lembar keset sumbu berbentuk melingkar diameter 50 sentimeter (cm) dijualnya di harga Rp 65.000. Adapun keset ukuran 61 cm harganya Rp 95.000 per kodi.

Source https://peluangusaha.kontan.co.id https://peluangusaha.kontan.co.id/news/merangkai-untung-dari-limbah-sumbu-kompor-dan-karet-bekas-1
Comments
Loading...