Kerajinan Keset Karya Difabel Di Purwokerto

0 242

Kerajinan Keset Karya Difabel Di Purwokerto

Tangan Danar, tampak begitu cekatan saat jari jemarinya menyusun benang yang dikaitkan pada sebuah alat sederhana. Meski memiliki keterbatasan, yakni menyandang tunagrahita, namun ia mampu dengan cepat membuat sebuah kerajinan keset. Bahkan, produk kerajinan keset yang dibuat oleh remaja yang sehari-hari tercatat sebagai siswa SMPLB C Yakut Purwokerto ini terbilang cukup bagus dan layak jual.

Meski termasuk penyandang disabilitas, namun kemampuan Danar tidak diragukan. Bahkan bisa dikatakan, mampu mengungguli anak-anak lain yang tidak menyandang disabilitas. Menurut Maryanto, guru keterampilan, tidak butuh waktu terlalu lama bagi Danar untuk bisa membuat sebuah keset.

Apalagi selama ini, ia sudah mendapatkan pelatihan selama di sekolah. Bahkan latihannya tidak hanya sekali, tetapi beberapa kali. ‘’Saat dilatih ia dengan mudah bisa mengerti dan perlu diulang-ulang, sehingga kegiatan latihan tidak memerlukan waktu lama.

Bahkan dalam waktu setengah jam jadilah sebuah keset,’’ tuturnya didampingi guru kelas, Humam saat acara Gebyar Pendidikan Inklusi di Alun-alun Banyumas, baru-baru ini. Produk keset yang telah dihasilkannya tidak hanya sekedar menjadi koleksi sekolah. Banyak hasil kerajinannya dipasarkan ke luar sekolah dan bisa laku keras.

Apalagi produk hasil karya Danar terbilang cukup bagus dan tidak kalah dengan produk hasil kerajinan perajin pada umumnya. Selain memasarkan produk kerajinan keset yang sudah jadi, pihak sekolah juga menjembatani Danar ketika ada masyarakat yang ingin memesan keset sesuai keinginan mereka.

‘’Memang sejauh ini ada beberapa orang yang sengaja memesan keset. Kalau ada pesanan seperti itu, biasanya langsung sesuai keinginan pemesan,’’ katanya. Maryanto menilai, anak berkebutuhan khusus tetap perlu mendapatkan bekal keterampilan.

Setidaknya hal itu dapat melatih kemandirian pada diri mereka agar tidak tergantung kepada orang lain. ‘’Kami terus mendorong anak didik kami yang sebagian besar berkebutuhan khusus untuk belajar mandiri, sebab bagaimanapun juga mereka tidak selamanya akan bergantung pada orang lain. Oleh karena itu, mereka perlu diberi keterampilan agar bisa mencari penghasilan sendiri,’’ ujarnya.

Kendati anak berkebutuhan khusus kategori tunagrahita mampu membuat berbagai jenis produk keterampilan, namun mereka tetap perlu mendapatkan pendampingan secara intensif.

‘’Motorik halus dan motorik kasar harus dimatangkan,’’ ungkapnya. Sementara guna mendukung kemampuan siswa berkebutuhan khusus di lembaganya, pihak sekolah menyediakan alat pembuat keset manual. ‘’Kami sudah membeli dua buah alat manual yang sengaja didatangkan dari Solo saat ada kegiatan di sana. Keberadaan alat ini cukup membantu anak-anak,’’ tandasnya.

Source https://www.suaramerdeka.com https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/83546/dengan-kerajinan-keset-danar-belajar-mandiri
Comments
Loading...