Kerajinan Keset Limbah Jeans Di Banjarsari

0 137

Kerajinan Keset Limbah Jeans Di Banjarsari

Kerajinan keset merek “Gajah” asal Jalan Kerinci Raya No.19 Sambirejo Kadipiro Banjarsari Solo, yang memanfaatkan bahan baku limbah celana jeans, banyak diminati konsumen dari luar kota.

Warjono seorang pengrajin asal Sambirejo RT 04 RW 9 Banjarsari Solo mengatakan, kerajinan keset produksinya banyak diminati konsumen terutama dari Kota Solo, Surabaya, Malang, dan Semarang.

Bahkan, barang produksinya tersebut juga banyak diminati dari luar pulau Jawa yakni Kalimantan dan Bali, yang dikirim dari konsumennya di Surabaya.

“Saya mengirim ke pelanggan dengan partai besar ke Surabaya, dan pelanggannya itu mengirim lagi ke luar pulau,” kata Warjono di Solo.

Warjono menjelaskan, permintaan konsumen pada hari-hari biasa rata-rata mencapai sekitar 1.000 hingga 1.400 buah per bulan. Namun, kata dia, dua bulan menjelang Lebaran permintaan konsumen mengalami peningkatan sekitar 40 persen dari hari-hari biasanya.

“Kami dengan menggunakan delapan tenaga kerja kapasitas produksi mencapai sekitar 10 lusin per hari,” katanya.

Keset hasil produksinya dijual bervariasi tergantung ukuran yang besar ditawarkan dengan harga Rp144.000 per lusin, sedang Rp120.000 per lusin, dan kecil hanya Rp100.000 per lusin.

Menyinggung soal bahan baku limbah kain jeans, Warjono menjelaskan, dirinya mendatangkan dari Bandung. Harga bahan baku limbah kain jean mencapai Rp5.000/kilogram dan satu ton bahan baku bisa produksi sekitar 1.000 biji keset.

Menurut dia, bisnis ekonomi kreatif yang diproduksinya tersebut ditekuni sejak 2002 hingga sekarang, dan omzet penjualan rata-rata mencapai Rp13 juta hingga Rp15 juta per bulan.

Source http://www.beritasatu.com http://www.beritasatu.com/ekonomi/261690-keset-dari-sisa-bahan-jeans-kebanjiran-pesanan-hingga-1400-buah-per-bulan.html
Comments
Loading...