Kerajinan Kipas Bambu Di Lamongan

0 271

Kerajinan Kipas Bambu Di Lamongan

Kerajinan kipas bambu di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur sulit berkembang karena kurang adanya perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Padahal usaha tersebut selama ini menjadi gantungan hidup ratusan warga Sukolilo. Ada lima dusun yang setiap hari memproduksi kipas dengan bentuk klasik dari anyaman bambu ini. Yaitu Dusun Dukoh, Sukolilo, Nogo, Karangan dan Kebonagung.

“Kerajinan kipas Sukolilo telah menjadi trade mark di Kabupaten Lamongan. Sayangnya belum ada perhatian intensif dari Pemkab Lamongan sehingga sulit berkembang,” kata Kepala Desa (Kades) Sukolilo, M.Lasmiran.

Jika kipas Sukolilo masih bisa bertahan sampai saat ini tidak lepas dari keuletan para perajin sendiri dalam memperluas jaringan pasar. Karena selain memasarkan ke luar pulau, juga memenuhi pesanan pengepul untuk dijual ke kota-kota besar.

“Para perajin cukup tangguh meski dalam kondisi sesulit. Walaupun sekarang serba mesin, Kipas Bambu Menongo masih diterima pasar,” ujar Lasmiran. Dia mengungkapkan, sejak lima tahun terakhir sebagian perajin mencoba melakukan pengembangan usaha dengan memproduksi caping dan mainan jaranan. Namun pemasarannya tidak sepesat kipas.

Salah seorang perajin kipas, Karniti, mengaku tidak sulit memasarkan produksi kerajinannya. Namun karena minimnya corak, harga kipas sulit terangkat.

“Kipas tanggung harganya Rp 15 ribu perkodi (20 biji/kodi) atau Rp 750 perbiji. Sedang yang besar Rp 1.350,” ujar Karniti.

Menurut dia, harga jual Kipas Menonggo relatif murah bila dibandingkan dengan proses pembuatan kipas yang rumit dan membutuhkan ketelatenan.

Source http://www.suarabanyuurip.com http://www.suarabanyuurip.com/kabar/baca/kipas-sukolilo-sulit-berkembang
Comments
Loading...