Kerajinan Kolase Dari Limbah Batik Di Yogyakarta

0 167

Kerajinan Kolase Dari Limbah Batik Di Yogyakarta

Bisnis kerajinan tangan kian digemari oleh berbagai lapisan masyarakat. Bahkan penjualan kerajinan tangan asal Indonesia yang memiliki nilai tambah tidak hanya laku di pasar dalam negeri, tetapi juga hingga ke berbagai negara.

Masih soal kerajinan tangan, Anda mungkin mengenal dan tahu apa itu kolase. Ya, kolase adalah karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan berbagai bahan kemudian ditempelkan pada permukaan gambar.  Di Indonesia, jumlah pengrajin kolase masih terbilang sedikit sementara pasarnya terbilang cukup besar.

Nah bagi kalian yang belum memiliki ide dan rencana membuka usaha, kolase adalah peluang bagus dan mungkin menjadi pilihan yang tepat bagi Anda. Lalu yang menjadi pertanyaan, bagaimana dengan modal, bahan baku dan cara pengerjaannya? Berikut ini adalah penjelasannya.

“Ini kita inspirasinya dari kain batik yang sudah tidak terpakai, sudah rusak, sudah kusam. Itu kalau kita manfaatkan dan diolah akan menjadi nilai tambah. Makanya kita bereksperimen dari beberapa kain batik lawas kita kumpulkan terus kita olah menjadi kain kolase tenun,” ungkap Head of Marketing Fatch Craft, Ilmi Abu Iza.

Fatch Craft adalah salah satu brand kolase yang dibangun oleh Fatchurohman. Ilmi menjelaskan meski bahan bakunya berasal dari kain batik bekas yang sudah tidak terpakai, mengerjakan kolase gampang-gampang susah. Dibutuhkan keterampilan dan keuletan terutama saat membuat pola, desain, background dari potongan kain batik bekas tersebut.

“Potongan-potongan itu bagaimana caranya kita buat kolase yang indah untuk sub tema yang sudah kita tentukan. Contohnya temanya itu menjemur di atas pemandangan jadi kita harus membuat latar pemandangan kemudian setelah itu kita mencari objek,” tuturnya.

Menurut Ilmi, diusahakan kolase yang dibuat harus sesuai antara tema dan backgound. Tujuannya agar kolase benar-benar terbentuk dan terkesan seperti lukisan hidup dengan penampakan dua dimensi. “Setelah semuanya pas baru kita pres. Setelah itu kita melakukan proses pemotongan potongannya yang memerlukan kecermatan mata,” tambahnya.

Setelah kolase rampung, proses selanjutnya adalah memberikan jahitan tambahan. Setelah itu proses terakhir adalah memasukkan kolase ke dalam frame yang sudah ditentukan. Ukuran frame harus sedikit lebih besar dari kolase untuk meminimalisir kerusakan pada kolase yang sudah dibuat.

Source https://news.indotrading.com https://news.indotrading.com/fatchurohman-sulap-kain-batik-bekas-jadi-kolase-bernilai-jutaan-rupiah/
Comments
Loading...