Kerajinan Kolektif Kolaboratif Ala Collabs Project Di Makassar

0 172

Kerajinan Kolektif Kolaboratif Ala Collabs Project Di Makassar

Sahabat Gen S, sekarang ini, usaha kerajinan tangan masih menyimpan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan dan laris manis oleh para pembeli.
Collabs Project merupakan sebuah upaya Kolektif kolaboratif dalam mengorganisir sebuah ide dan karya anak muda, yang dibentuk sejak Desember 2017.

Herdin Hidayat, Founder Adjubacco pengrajin woodcraft mengatakan, kolaborasinya ini dalam wujud project, space dan store.”Dalam usaha woodcraft ini, saya tidak bermain warna, lebih fokus mengerjakan kerajinan-kerajinan buatan tangan agar lebih berkesan bagi customer dan memiliki eksklusifitas pada tiap sudutnya,” tuturnya kepada harian Saudagar.

Harganya pun mulai dari kisaran Rp50 – Rp300 ribu. Biasanya juga Harga tergantung dari tingkat kerumitan pembuatannya.
“Produk kami diantaranya jam kayu, frame kayu, wall decor dan berbagai hasil olahan kayu lainnya,” papar Herdin.

Selain itu, usaha kerajinan lain yang di tonjolkan dalam Collabs Project ini dengan membuat usaha rajutan yang terbuat dari bahan kain woll.
Terpisah, Rahmat Maulana Admin dan Zine Maker, mengatakan, usaha rajutan dengan nama brand dr.tinkercraft ini membuat beberapa koleksi rajutan, misalnya membuat kabel lampu dari rajut, tas, dan lain sebagainya.

“Selain produk ready, kami juga menerima project sesuai keinginan atau ide costumer,” terang Rahmat.

Karena memiliki kultur yang membuat suatu karya usaha dibidang seni yang mencoba hal yang baru dengan cara kolaborasi. Dengan menciptakan hal yang baru sudah menjadi rutininas mereka sehari hari.

Mereka juga membuat atau melukis di atas topi dengan melukis langsung, selain di topi ada juga di tas dan di sepatu. Selain itu juga, Collabs Project menggunakan sebuah media cetak alternatif Zine yang biasanya diterbitkan secara personal atau kelompok kecil dan direproduksi dengan cara fotokopi.

Rahmat Maulana mengatakan, zine ini merupakan media internatif yang berbentuk majalah yang independen, dan digunakan sebagai media untuk memperkenalkan karya review teman-teman.
“Zine ini sebagai media untuk memperkenalkan collabs project dan juga brand brand yang tergabung didalamnya,” ujarnya.

Dengan menggunakan konsep narasi orasi yang di sebut Orazine yang merupakan tulisan tulisan yang dibuat untuk kesenangan sebuah karya yang tanpa batas.

“Orazine ini merupakan wadah menampung rasa resah dan gelisah, tempat berkarnya, berkoar dan mengoceh.

Hingga saat ini, orazine telah menerbitkan beberapa edisi dengan tema yang berbeda di setiap edisinya,” terang Rahmat.

Di antaranya adalah Orang Muda Hari Ini, Feminisme, Pasar, dan Jalanan. Dalam proses penentuan temanya tergantung kepada siapa yang membuat ide yang layak dan memenuhi kriterianya.

Orazine juga kini telah memiliki beberapa kontributor tetap, dan mereka menurutnya sangat senang hati tulisannya dapat ditampung dalam Orazine. Mereka dengan senang hati menerima tulisan dalam bentuk esai atau puisi dan juga bentuk karya lainnya seperti, artwork yang senada dengan tema yang telah mereka tentukan.

Bagi yang ingin mencoba berkontribusi dalam orazine dapat mencari informasi melalui instagram gudmud Educafe @gudgumud.educafe.

Source https://www.saudagarnews.id/ekobis/baca/4204/inilah-bisnis-kerajinan-tangan-kolektif-kolaboratif-ala-collabs-project https://www.saudagarnews.id/ekobis/baca/4204/inilah-bisnis-kerajinan-tangan-kolektif-kolaboratif-ala-collabs-project
Comments
Loading...