Kerajinan Kompor Batik Listrik Di Bantul

0 345

Kerajinan Kompor Batik Listrik Di Bantul

Sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak tanah untuk menyalakan kompor guna mencairkan malam bagi para pengrajin batik membuat seorang warga Bantul Yogyakarta berkreasi membuat kompor pencair malam bertenaga listrik. Kompor ini selain tidak menggunakan minyak juga lebih praktis dan lebih bersih jika dibanding dengan menggunakan kompor minyak tanah.

Seorang warga kecamatan Kasihan Bantul Yogyakarta berhasil menciptakan kompor pencair malam bagi para pengrajin batik. Dengan menggunakan tenaga listrik untuk memanaskan filamen yang ada di dalam kompor yang terbuat dari tanah liat maupun pelat alumunium, kompor listrik yang diberi merek Astoetik ini diharapkan dapat menggantikan kompor konvensional berbahan bakar minyak tanah untuk membantu para pengrajin batik saat mencairkan malam guna proses membatik.

Dengan merakit dan menempatkan rangkaian elektrik di dalam tungku tanah liat dan pelat alumunium, sejumlah pekerja di sanggar batik astoetik yang berada di dusun Jeblog, Kasihan Bantul, Yogyakarta mengerjakan proses pembuatan kompor batik listrik otomatis. Dengan kompor batik listrik ini perajin batik selain bisa menghemat biaya pembelian minyak tanah juga lebih bersih dan praktis.

“Kompor batik listrik ini menggunakan rangkaian elektrik untuk memanaskan filamen sehingga mampu mencairkan malam yang ditaruh dalam wajan di atas kompor,” ujar perajin kompor batik Hastono Hadi.

Jika malam di dalam wajan sudah mencair, suhu panas dalam kompor batik listrik ini bisa diturunkan dengan menggunakan dimmer yang berada di bagian bawah kompor untuk memperoleh suhu yang diinginkan agar malam tetap dalam kondisi cair dan bisa digunakan untuk membatik.

Sejak tahun 2013, sanggar dan toko batik ini mulai berinovasi dengan kompor listrik untuk mencairkan malam yang digunakan dalam proses membatik. Hal ini dikarenakan bahan bakar minyak tanah sulit didapat akibat pemerintah melakukan program konversi minyak tanah sebagai bahan bakar menjadi gas.

Kompor batik elektrik yang dibuat di sanggar batik astoetik ini selain digunakan sendiri di sanggar batik juga di jual ke pasaran dengan harga sekira antara Rp250 ribu hingga Rp350 ribu. Selain kompor batik listrik, astoetik juga menciptakan canting elektrik untuk mengoleskan malam ke kain dalam berbagai ukuran dan jenis.

Dengan menggunakan canting elektrik yang sistem pemanasannya mirip dengan solder listrik ini pembatik tidak membutuhkan kompor, karena potongan malam tinggal dimasukkan ke dalam canting dan menunggu malam mencair untuk dioleskan pada kain.

Source https://economy.okezone.com https://economy.okezone.com/read/2016/10/28/320/1526850/inspirasi-bisnis-kompor-batik-listrik-penghasil-rupiah
Comments
Loading...