Kerajinan Kompor Minyak Di Medan

0 330

Kerajinan Kompor Minyak Di Medan

Sejumlah pedagang kompor minyak tanah di pasar tradisional Kota Medan, mengeluhkan turunnya minat beli masyarakat terhadap kompor minyak beberapa bulan belakangan ini. Sebagian masyarakat memilih menggantinya  dengan kompor gas elpiji.

“Sejak beberapa bulan belakangan ini, permintaan kompor minyak tanah makin menurun.

Kemungkinan karena semakin tingginya harga  minyak tanah. Sebagai gantinya, masyarakat memilih menggunakan kompor gas,” kata Irma, salah seorang penjual sekaligus perajin kompor minyak tanah di Pasar Aksara di Jalan Pancing Medan, Wanita  yang sudah puluhan tahun menekuni usaha ini mengaku hanya mampu menjual satu kompor dalam dua pekan ini. Padahal sebelumnya, irma bisa menjual 10-20 kompor dalam sehari. Akibatnya, dia harus merumahkan seorang karyawan.

Biasanya dalam sehari bisa menjual 10-20 kompor , sekarang 1 kompor saja sudah sulit yang membeli, keluhnya.


Deni juga mengeluhkan hal yang sama. Biasanya dalam satu bulan menjelang Bulan Suci Ramadhan dia mampu meraup keuntungan sebesar Rp 200.000 per hari untuk pembelian kompor minyak tanah.

Ia mengatakan, dirinya pesimis dan sudah tidak percaya lagi untuk penggunaan kompor minyak tanah. Oleh karenanya, sebagian besar dari pengusaha pengrajin kompor minyak tanah  hanya memperbanyak penjualan oven pemanas pembuatan kue yang menggunakan tabung gas elpiji.
Hal yang sama juga dikatakan, Anton.  Pemilik toko kompor minyak tanah yang berada di pasar Petisah Medan mengatakan, penjualan kompor minyak tanah di Medan saat ini kian menurun.

Hal ini berimbas terhadap pendapatan pengrajin maupun pelaku usaha jual beli kompor. Anton  mengakui, menurunnya penjualan kompor dikarenakan harga minyak yang cukup tinggi. Selain itu minyak tanah juga sangat sulit didapatkan sehingga konsumen lebih menggunakan kompor gas.

Turunnya permintaan kompor minyak tanah membuat dirinya harus mengganti jenis dagangannya. Sebab pencabutan subsidi minyak tanah dan konversi ke elpiji, membuat  omset penjualan kompor minyak tanah turun.

Pedagang kompor minyak tanah dari yang tidak bermerk buatan industri rumah tangga hingga yang kompor bermerk mengeluhkan kebijakan tersebut. Pasalnya, dengan adanya kebijakan pencabutan subsidi minyak tanah dan konversi yang berdampak kepada penjualan kompor-kompor minyak tanah akan membuatnya rugi. Sebab modalnya sudah terlanjut diinvestasikan ke kompor-kompor tersebut.

Saya sudah terlajur memasukkan modal dagang saya untuk membeli kompor-kompor minyak tanah. Jika tidak terjual gara-gara adanya kebijakan pemerintah mencabut subsidi minyak tanah dan mengkonversi minyak tanah ke elpiji, saya bisa rugi besar. Mau saya lempar kemana kompor-kompor minyak tanah yang sudah terlanjur saya beli ini, kata Anton.

Penurunan ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. Biasanya kita mampu menjual sebanyak 15-20 kompor untuk setiap harinya. Namun sekarang satu saja sudah susah. Jika keadaan ini berlangsung lama kemungkinan kami bisa gulung tikar,” ujar Anto yang sudah 22 tahun berjualan kompor.

Source http://www.medanbisnisdaily.com http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/?id=45661
Comments
Loading...