Kerajinan Kompor Minyak Di Sukabumi

0 223

Kerajinan Kompor Minyak Di Sukabumi

Adanya kebijakan pemerintah yang akan melakukan konversi minyak tanah ke gas dan menghentikan subsidi minyak tanah kepada warga miskin dapat menyebabkan pengrajin kompor minyak tanah di Sukabumi terancam bangkrut, bahkan sebagian terpaksa mengurangi jumlah karyawannya.

Jumlah pengrajin kompor minyak semakin berkurang karena permintaan terhadap kompor minyak tanah dari masyarakat semakin berkurang. Bahkan, pengrajin kompor yang tersebar di Desa Sukajaya Kecamatan/Kabupaten Sukabumi dan Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi kini hanya tinggal 23 pengrajin, padahal sebelumnya bisa mencapai 160 pengrajin.

Salah satu pengurus Asosiasi Pengrajin Kompor di Desa Sukajaya Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Noviandi, menyebutkan, adanya kebijakan pemerintah yang melakukan konversi minyak tanah ke gas membuat kondisi pengrajin kompor semakin terjepit karena terjadi penurunan jumlah permintaan kompor di beberapa daerah.

Kini, lanjut dia, para pengrajin tidak lagi menyuplai ke pasar-pasar karena semakin berkurangnya permintaan, namun hanya memenuhi pesanan saja, meskipun harganya masih tetap pada kisaran Rp25.000 hingga Rp40.000.

Ia mengaku, dirinya terpaksa merumahkan 12 karyawannya karena orderan dari Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang dan daerah lainnya terhenti. Sementara itu, pengrajin lainnya di Kampung Segog, Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi, Jayadi, mengatakan, kebijakan pemerintah melakukan konversi minyak tanah ke gas membuat jumlah hasil produksi kompornya tidak menentu, padahal sebelumnya hasil produksi per minggunya dari para pengrajin kompor di Kota Sukabumi mencapai 1.500 unit kompor.

“Saat ini hasil produksinya hanya dipasarkan di wilayah Sukabumi saja karena hanya memproduksi sebanyak 30-40 unit kompor per minggu dari sebelumnya mencapai 100 unit,” katanya.

Selain masalah kebijakan konversi, tambah dia, juga sulitnya menemukan bahan baku untuk pembuatan kompor dan jika pun ada, harganya mahal dan sulit dijangkau oleh para pengrajin.

“Saya berharap, kebijakan konversi tersebut dibarengi dengan perhatian pemerintah kepada para pengrajin kompor yang terkena dampaknya,” kata Jayadi yang hanya mempekerjakan sebanyak lima orang pekerja dari sebelumnya 20 karyawan.

Source https://www.merdeka.com https://www.merdeka.com/uang/dampak-konversi-energi-perajin-kompor-minyak-jelang-kebangkrutan-4lisaxt.html
Comments
Loading...