Kerajinan Kopasbo Flanel Di Padang

0 249

Kerajinan Kopasbo Flanel Di Padang

Yulianita T. semula hanya ibu rumah tangga. Untuk mencari kesibukan, ia belajar membuat barang kerajinan dari kain flanel melalui media internet dan belajar di kelurahan, mengolah barang bekas menjadi produk kera­jinan bernilai seni tinggi.

 Kelahiran Painan, 22 November 1967 itu belajar melalui internet di Pesisir Selatan pada 2013, tentang cara membuat berbagai produk kerajinan dari kain flanel. Dalam hitungan hari, ia sudah terampil membuat berbagai produk, seperti kotak tisu, kotak tisu disertai empat botol kue, bros, gantu­ngan kunci, tempat minuman air mineral gelas, dompet cantik  dan lainnya.

Kuaitas produk itu antara lain, ukuran yang pas, jahitan yang bagus, paduan warna, sehingga bernilai seni tinggi. Itulah daya tarik produk Yulia­nita sehingga mampu bersaing di pasaran.

Barang jadi yang siap jual hanya tersusun rapi di rumah kediamannya di Koto RT 02/ RW II Kelurahan Te­luk Kabung Tengah, Kecamatan Bu­ngus Teluk Kabung, Padang. Mellaui media internet, produk itu ma­suk ke pasaran luar negeri. Pem­be­linya ada dari Malaysia, Singapura, di samping beberapa kota di Indo­ne­sia.

Produk yang sangat diminati ada­lah kotak tisu yang dilengkapi  dengan empat kotak botol kue, dengan pa­duan warna memikat, terbuat dari kain flanel. Harganya rata-rata Rp180.000 per set. Se­mentara produk lainnya, yakni dom­pet cantik dijual Rp25.000, bros hanya Rp5.000, kotak tisu Rp­75.000, tutup galon, tutup kulkas, dan tutup periuk listrik dan lainnya.

“Kalau dipesan melalui internet, ditambah ongkos kirim,” ujar isteri Badri, PNS di Balatkop Sumbar ini beberapa waktu lalu.

Keterampilan ini juga dikem­bangkan oleh Yulianita, melatih ibu-ibu rumah tangga  yang berdomisili di Kelurahan Teluk Kabung Tengah. Hingga kini sudah ada sekitar 10 orang yang terampil dan produktif.

Pada akhir 2015, Yulianita me­ngi­kuti pelatihan keterampilan meman­faatkan barang bekas men­jadi karya seni di kelurahan. Di antaranya menggunakan kertas kartu ceki (koa) bekas, dilipat lalu disusun sedemikian rupa, sehingga menjadi kendi yang sangat memikat. Adapula yang meng­gunakan kertas kelender bekas, ta­bung odol bekas, lalu dibuat menjadi produk suvenir cantik, seperti pas bunga, guci dan lainnya. Harganya, bervariasi.  Pas bunga terbuat dari kertas koa bekas misal­nya, ukuran kecil dijual seharga Rp200.000.

Kegiatan ibu-ibu rumah tangga produktif ini, bernaung di bawah kelompok usaha  yang diberi nama Koto, Pasar dan Teluk Buo (Kopas­bo) Flanel di bawah kepemimpinan Yulia­nita. “Kegiatan ini sangat membantu ekonomi keluarga tanpa menganggu kegiatan harian sebagai ibu rumah tangga karena kerja sambilan di rumah masing-masing, penghasilan bisa rata-rata Rp50.000, per hari,” ujarnya.

Yang menjadi persoalan adalah pengembangan pemasaran. “Kami butuh sebuah galeri seni di pinggir jalan, sehingga barang yang selama ini menumpuk di rumah, dipajang di galeri. Nah, itulah impian kami,” tuturnya

Source https://www.harianhaluan.com https://www.harianhaluan.com/news/detail/53679/kopasbo-flanel-olah-barang-bekas-jadi-karya-bernilai-jual
Comments
Loading...