Kerajinan Kopiah Di Pasuruan

0 176

Kerajinan Kopiah Di Pasuruan

Permintaan kopiah di bulan Ramadan masih tinggi dan terus meningkat. Ahmad, warga Dusun Ngembe, Desa Baujeng, Kecamatan Beji, seorang perajin kopiah di Kabupaten Pasuruan terpaksa tak dapat memenuhi semua pesanan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari Singapura hingga Malaysia. Permintaan pun naik hingga 200 persen.

Usaha kopiah milik Ahmad yang sudah dijalani sejak 1996 bukan usaha kecil, tapi sudah merupakan usaha menengah. Ahmad memiliki 50 karyawan tetap dan puluhan lagi karyawan paruh waktu. Namun karena sudah dikenal luas, semakin banyak yang memesan kopiah kepadanya.

Ahmad mengatakan setiap hari ia mampu memproduksi 100-150 kodi kopiah. Sementara permintaan bisa capai 200-300 kodi lebih. Kopiah produksinya terdiri dari 15 jenis dengan harga bervariasi. Yang termurah Rp30 ribu per kodi dan yang paling mahal Rp1,5 juta per kodi.

Ahmad menuturkan, saat ini ia memproduksi kopiah, baju koko hingga mukena. Karena sudah lama bergelut di bisnis tersebut, namanya sudah dikenal luas sehingga produknya banyak dicari. Para pembeli tinggal pesan kemudian dikirim.

Ia pun menambah banyak karyawan paruh waktu yang terdiri dari pelajar, pemuda yang tak punya pekerjaan untuk memenuhi pesanan. Ahmad memperkerjakan para tetanganya, mulai dari ibu-ibu, anak-anak muda hingga para pelajar.

Untuk memperbanyak produksi, ia juga menerima kopiah setengah jadi dari para tetangganya. “Saya kasih mereka bahan, kemudian disetor ke saya sudah bentuk setengah jadi, di sini kita finishing,” jelas pria yang setiap tahun bisa pergi umroh dari hasil usaha kopiah ini.

Source Kerajinan Kopiah Di Pasuruan Kerajinan Kopiah Di Pasuruan
Comments
Loading...