Kerajinan Koran Bekas Di Asahan

0 232

Kerajinan Koran Bekas Di Asahan

Perjalanan dari Bandar Udara Internasional Kualanamu Deli Serdang menuju Kisaran kabupaten Asahan di tempuh dengan waktu 4  jam. Kendati cuaca terasa panas dan melelahkan, namun perjalanan siang itu terhibur oleh  suguhan pemandangan indah, berupa hamparan perkebunan kelapa sawit, karet, kakao ( coklat ) dan kelapa. Kabupaten Asahan merupakan salah satu sentra perkebunan di Provinsi Sumatera Utara. Bahkan Provinsi Sumatera Utara menjadi penghasil kelapa sawit utama di Indonesia.

Rupanya sudah dinantikan oleh Risdani Yasin dan belasan anggota pengrajin lainnya. Bertempat di di gerai miliknya, Sanggar Dapur Kreasi Daur Ulang Risarepanga, yang asri, kami disambut Risdani dengan penuh ramah.

Ruangan tamunya itu penuh sesak dengan pajangan beraneka ragam produk cantik, seperti guci, tempat payung, tempat sampah, kotak tisu, souvenir, tas, frame foto dan bingkai kaca, yang semuanya terbuat dari koran bekas.

Ada juga kerajinan dari plastik sasetan bekas nutrisari, kapal api. Tak hanya dari koran, terdapat  juga produk kreatif dari batang (lidi) sawit dan tanaman lainnya. Lebih dari  33 jenis produk kerajinan berbahan kertas, limbah plastik, batang sawit,  sukses disulap Risdani menjadi produk bernilai. “Awalnya saya ragu dengan usaha ini. Tapi ternyata disambut pasar yang luar biasa,”ujarnya memulai ombrolan.

Risdani Yasin, yang profesi utamanya sebagai guru Madrasah Aliyah Kisaran, menuturkan, awalnya sekadar iseng. Di sela sela waktunya mengajar sebagai guru non PNS, ia berpikir bagaimana  mencari penghasilan tambahan termasuk memberdayakan orang-orang di desanya dengan membuat sebuah produk dengan tanpa modal. Lalu berbekal keahlianya dalam bidang seni,  Ia, mulai berusaha mencari bahan baku yang mudah didapat dan diproses menjadi kerajinan tangan.

Melalui perenungan panjang, pilihannya pada eceng gondok. Tapi sayang tumbuhan liar ini sudah jarang di kampungnya, Desa Kisaran, Asahan. Padahal menurut Risdani, eceng gondok, bahan bakunya bagus, mudah dibentuk karena seratnya mudah dilusuhkan. Tapi, persoalannya, mencari bahan bakunya agak sulit.

Ayah empat anak ini tak putus asa. Ia pun mencoba menggunakan pelepah pisang. Namun, setelah dicoba, Pelepah pisang, kata Risdani,  membutuhkan proses cukup panjang, karena harus direndam dan dikeringkan untuk menghilangkan getah dan kadar air.

Lantaran menemukan jalan buntu menggunakan bahan baku dari tumbuhan, akhirnya Risdani mencoba barang-barang bekas, seperti botol bekas, paralon, styrofoam, dan lainnya. Sejurus perjalanan waktu, dalam proses mencari bahan baku itu, perhatian Risdani pun tertuju pada koran bekas yang menumpuk di kediamannya.

Source https://infomoneter.com https://infomoneter.com/risdani-mendunia-dengan-koran-bekas/
Comments
Loading...