Kerajinan Koran Bekas Di Rutan Sialang Bungkuk

0 120

Kerajinan Koran Bekas Di Rutan Sialang Bungkuk

Tiga tahun enam bulan sudah Bambang berada di balik jeruji besi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sialang Bungkuk Klas IIB Pekanbaru, Riau. Selama itu pula, pria berusia 45 tahun ini pun mencoba bangkit dari masa lalunya yang kelam.

Bambang merupakan narapidana yang ditahan atas kasus kepemilikan setengah kilogram narkotika jenis sabu-sabu. Ia ditangkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau 2014 silam dan di vonis hukuman kurungan penjara selama 6 tahun. Kini ia sudah menjalani setengah dari masa hukumannya itu.

“Sebentar lagi mudah-mudahan keluar karena saya sudah ngurus CB (cuti bersyarat). Selama ini juga belum ada ambil jatah remisi,” ungkap Bambang¬†di Rutan Sialang Bungkuk

Bambang yang dulunya bekerja sebagai buruh pabrik ini, ditempatkan di blok A. Ia mengaku sempat merasa bosan saat awal mula dipindahkan ke Rutan Sialang Bungkuk.”Karena sudah terbiasa bekerja kan jadinya kalau gak bekerja itu lain rasanya,” sebutnya.

Mensiasati kebosanannya, Bambang pun mencoba hal baru yang sebelumnya tak pernah dilakukannya. Yaitu membuat kerajinan tangan dari koran bekas. “Lihat kawan-kawan di dalam itu semuanya buat kerajinan dari koran bekas. Ya saya tertarik pengen coba daripada gak ada kerjaan,” katanya.

Yang awalnya hanya untuk mengisi waktu luang, lama kelamaan Bambang pun semakin mahir membuat kerajinan tangan. Bahkan dari kerajinan tangan itu, ia bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah yang lumayan banyak.

Bambang mengatakan, modal untuk membuat kerajinan tangan dari koran sangatlah murah. Terlebih lagi perlengkapan alat untuk membuatnya gampang ditemukan.

“Perlengkapannya cuma koran bekas, lem kertas, cat pernis dan kuas. Semuanya biasa dipesan dengan pegawai, tapi kalau ada keluarga yang jenguk minta dibawain koran bekas juga,” sebut Bambang.

Dari semua kerajinan koran bekas yang dikuasainya, kotak tisu adalah yang paling mudah pembuatannya. Namun yang menjadi primadona adalah membuat kerajinan koran bekas dalam bentuk kendaraan. “Mobil atau honda harus paham mesin dulu baru bisa buat bentuknya. Ini buatnya paling lama satu mingguan,” tuturnya.

Bambang mengatakan dari tangannya sudah dihasilkan banyak kerajinan. Bahkan karyanya pernah dibeli oleh narapidana kasus korupsi dengan harga jutaan rupiah. “Sudah banyak dibeli, yang paling mahal Rp 3 juta. Kemarin buat Gucci sepasang. Hampir sebulan setengah buatnya dengan modal Rp 200 ribu,” ungkapnya dengan senang.

Karena kemampuannya itu, Bambang sering ditawari oleh beberapa orang yang pernah membeli kerajinannya untuk bekerja sama jika sudah keluar nanti. “Udah banyak yang tawari saya mau kerja sama buat kerajinan tangan ini. Tapi nanti kalau udah keluar. Ya semua itu kan rencana, semoga aja bisa tercapai,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Sialang Bungkuk, Azhar mengatakan bahwa pihaknya memang tidak menyediakan secara khusus sarana bagi warga binaan untuk mengembangkan kreativitas.

Source https://www.jawapos.com https://www.jawapos.com/features/05/06/2018/bertahun-tahun-bertahan-dengan-kerajinan-koran-bekas
Comments
Loading...