Kerajinan Kostum Karnaval Di Purworejo

0 190

Kerajinan Kostum Karnaval Di Purworejo

Rencana Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk menggelar karnaval dengan konsep Batik Carnival untuk memeriahkan HUT RI ke 72 membawa berkah tersendiri bagi para pengrajin busana.

Seorang perajin busana, Daimatus Saadah mengaku saat ini kebanjiran kostum carnival. Wanita yang bekerja sebagai guru honorer di SD Negeri Jelok Kaligesing ini bahkan mampu meraup omset hingga puluhan juta rupiah berkat puluhan pesanan kostum carnival dari para peserta yang mengalir kepadanya. Pesanan yang datang sendiri berasal dari instansi, sekolah maupun lembaga pemerintah hingga perbankan dan swasta.

Meski tak memiliki latar belakang pendidikan desain atau mode, namun karya perempuan mungil ini diminati banyak orang untuk dikenakan pada gelaran karnaval HUT RI ke 72, 21 hingga 23 Agustus mendatang lantaran dinilai memang cukup unik dan kreatif.

“Sebenarnya pembuatan kostum carnival ini adalah usaha kreatif yang masih cukup baru saya geluti. Awalnya, saat Festival Bogowonto lalu saya dipercaya untuk membuat kostumnya. Setelah itu berlanjut saat musim karnaval ini,” ucap Daimatus.

Dengan background pendidikannya yakni PGSD, perempuan berusia 30 tahun ini mengaku belajar membuat kostum carnival secara otodidak. Proses pembelajarannya ia lakukan dengan browsing di internet dan konsultasi via whatsap dengan perajin kostum carnival di daerah Jawa Timur.

“Memang saya sempat setahun belajar di jurusan seni rupa UNY. Namun itu hanya untuk mendukung tugas akhir saya yang meneliti tentang seni rupa lukisan anak. Tidak secara spesifik mempelajari seni rupa,” tandasnya.

Derasnya kepercayaan masyarakat terhadapnya bahkan sempat membuat Daimatus menolak pesanan kostum. Ia sudah mengukur kemampuan produksinya. Jika nekat menerima pesanan, ia khawatir justru akan mengecewakan.

“Selama satu bulan terakhir setidaknya ada 45 pesanan yang datang dari sekolah, kantor, perbankan hingga swasta. Seluruhnya akan dipakai pada event karnaval Agustusan yang digelar Pemkab Purworejo,” kata Daimatus yang ditemui di kediaman sekaligus bengkel kreatifnya yang berada di Desa Cangkrep Lor.

Di rumahnya itu, Daimatus dibantu oleh team yang berjumlah enam orang. Seluruhnya memiliki tugas masing-masing. Mulai dari ngemal, membuat kerangka, menjahit, memasang manik-manik hingga mengukir kostum yang berbahan spon ati.

Meski telah dikerjakan oleh team sebanyak enam orang, ia mengaku tetap kewalahan mengerjakan orderannya. Bahkan agar dapat menyelesaikan pesanan tepat waktu ia bersama teamnya harus lembur hingga dini hari.

“Kami terpaksa mengerjakan hingga jam 3 dini hari agar seluruh pesanan dapat selesai. Pagi hari, kami harus melanjutkannya dengan durasi waktu istirahat yang sangat terbatas,” imbuh perempuan beranak satu ini.

Source http://purworejo.sorot.co http://purworejo.sorot.co/berita-6437-banjir-pesanan-kostum-jelang-karnaval-dalam-sebulan-guru-honorer-ini-raup-omset-puluhan-juta-rupiah.html
Comments
Loading...