Kerajinan Kostum Karnaval Di Tarakan

0 390

Kerajinan Kostum Karnaval Di Tarakan

Acmad Riyanto lebih dikenal dengan sapaan akrab Cak To. Lelaki kelahiran Lumajang Jawa Timur ini memang merantau ke Bumi Paguntaka sudah sejak tahun 2008. Awalnya dia memberanikan diri untuk merantau ke Kalimantan dengan harapan, agar bisa mendapatkan pekerjaan.

Ternyata sesampai di Tarakan Cak To melihat peluang bisnis yang masih kurang, yakni usaha jasa menjahit pakaian. Karena sudah berbekal kemampuan menjahit akhirnya Cak To memulai usahanya tersebut dengan ciri khusus menjahit pakaian pesta.

Kemampuan menjahitnya ini didapatkannya secara otodidak. Setelah mememiliki kemampuan dasar Cak To memutuskan untuk men-upgrade ilmunya dengan mengikuti kursus di Malang.

Setelah beberapa tahun usahanya itu berjalan, pada tahun 2012 Cak To memberanikan diri untuk membuat kostum karnaval. Sebab dia melihat penjahit kostum karnaval masih sangat kurang di Tarakan.

“Sebenarnya saya itu khusus baju pria dan wanita kalau untuk wanita biasanya saya buat gaun pesta. Kadang juga saya buat baju pengantin kalau ada yang pesan. Pembuatan kostum ini hanya sebagai selingan aja,” jelas lelaki kelahiran Lumajang 15 Julli 1985.

Cak To juga yang kerap kali menerima orderan dari konsumennya, yang akan membuat hajatan besar seperti pernikahan. Untuk diminta membuatkan seragam keluarga.

“Bisa dibilang kami ini nggak ada istirahatnya karena banyak banget pesanan yang masuk. Ini aja pesanan sudah penuh hingga bulan depan. Jadi sudah beberapa waktu terakhir tidak menerima orderan dulu,” ujarnya.

Anak dari pasangan Ngantri dan Senawi ini juga sering mendapatkan pesanan pembuatan gaun pengantin dari beberapa teman, atau kenalannya yang ingin melaksanakan pernikahan. Tak heran jika gaun buatan Cak To juga dipesan langsung oleh kosumennya yang berasal dari Malaysia dan Kanada.

Menyoal bakatnya membuat kostum karnaval yang sangat indah dan bagus itu, Cak To juga pernah berkesempatan mewakili Provinsi Kaltara di Jember Fashion Carnaval pada tahun 2015 yang diadakan di Jember, Jawa Timur.

Pada event nasional itu, Cak To membawakan Kostum Carnaval yang bertemakan ‘Lion Fish’ yang terinspirasi dari ikan singa yang berhasil meraih posisi kedua sebagai kostum karnaval terbaik.

“Tahun 2015 saya ikut JFC. Di sana seluruh pembuat kostum-kostum nasional se Indonesia berkumpul. Alhamdulillah bisa masuk untuk mempresentasikan hasil karya saya di sana,” jelasnya.

Putra kedua dari tiga bersaudara ini selain mahir membuat kostum-kostum karnaval yang menarik, Cak To juga selalu dipercaya Pemkot  Tarakan, untuk membuat busana disetiap kegiatan yang diadakan. Seperti baju panitia untuk perayaan seni dan budaya Iraw Tengkayu, pada tahun 2014 dan tahun 2015 seragam untuk Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA). Selain itu pada  tahun 2015 ia juga dipercaya oleh Dinas Pariwisata Kota Tarakan untuk membuat gaun malam grand final bagi para finalis Duta Wisata Kota Tarakan.

Karya busananya sudah diperkenalkan diberbagai ajang festival atau karnaval, seperti karnval terbesar di Indonesia yaitu JFC pada tahun 2015 dan meraih juara dua sebagai kostum terbaik pada tahun itu, sealin itu busana kostum yang ia buatpun pernah digunakan di ajang kecantikan ditingkat provinsi hingga nasional.

“Saya kadang mensponsorin nasional kostum untuk putra-putri daerah yang berkompetisi yang membawa nama daerah Kaltara seperti, pemilihan Putri Benuanta Putri Indonesia 2016 dan baru-baru ini saya juga sponsori nasional kostum Putri Pariwisata 2017,” ucap Cak To.

Source http://kaltara.prokal.co http://kaltara.prokal.co/read/news/14374-acmad-riyanto-designer-kostum-karnaval-di-tarakan
Comments
Loading...