Kerajinan Kotak Kayu Dari Limbah Gergaji Di Lampung

0 134

Kerajinan Kotak Kayu Dari Limbah Gergaji Di Lampung

Menjadi seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari disibukkan dengan mengurus rumah tangga termasuk memasak, mencuci dan mengurus anak serta suami, tak membuat Leni Chandra Haida lantas berpangku tangan.

Ia menyebut, awalnya belajar cara memanfaatkan limbah kayu gergajian dengan melihat dari internet. Termasuk pola membuat kotak-kotak kayu untuk berbagai keperluan di antaranya kotak kayu untuk tempat gula, kotak buah, kotak telur serta untuk berbagai keperluan sesuai dengan pesanan. Limbah kayu yang dimanfaatkan olehnya di antaranya dari proses poduksi olahan kayu yang akan dipergunakan untuk bahan papan, balken dan selanjutnya dibuat menjadi kusen pintu, jendela serta jalosi atau lubang angin. Bahan-bahan tersebut semula hanya dibiarkan teronggok tak dimanfaatkan dan terkadang hanya dibeli oleh perajin batu-bata dan genteng untuk proses pembakaran dengan harga Rp300 ribu untuk ukuran satu kendaraan L300.

Wanita yang merupakan istri dari pemilik usaha panglong atau usaha penggergajian kayu di Desa Taman Baru, Kecamatan Penengahan ini, bahkan mengaku masih memiliki keinginan untuk membantu sang suami agar bisa memberikan uang jajan kepada anak-anaknya tanpa meminta dari sang suami. Setelah membereskan semua kebutuhan rumah tangga mulai dari memasak, memcuci dan juga mengurus anak-anak yang berangkat sekolah, Lebi mengaku menyibukkan diri dengan menekuni usaha memanfaatkan barang bekas berupa limbah kayu gergajian menjadi barang yang masih berguna. Bahkan memiliki nilai ekonomis menjanjikan dibandingkan hanya dijual sebagai kayu bakar.

 

Selain itu, ia menyebut, limbah yang bisa dimanfaatkan di antaranya berupa serbuk kayu untuk digunakan sebagai bahan untuk media budidaya jamur, lembaran papan yang sudah tak tepakai digunakan sebagai bahan pembuatan kotak palet kayu. Bahan-bahan tersebut diakuinya bisa dimanfaatkan menjadi barang barang yang bernilai ekonomis tinggi setelah ia mempelajari cara pembuatan kotak kayu dan diajari oleh Junaidi (40) sebagai suami yang juga menekuni bisnis jual-beli kayu antar pulau.

“Selain dijual sebagai kayu bakar sebagian kayu yang hanya merupakan limbah ini dibakar termasuk serbuk gergaji yang sudah tak bisa dimanfaatkan, karena saya tak ada kerjaan lain saya mulai mencoba pembuatan kotak kayu ini sejak lima tahun lalu,” ungkap Leni Chandra Haida, ibu rumah tangga asal Desa Taman Baru, Kecamatan Penengahan, yang tengah menyelesaikan puluhan kotak kayu untuk tempat telur.

Source https://www.cendananews.com/ https://www.cendananews.com/2017/04/wanita-jutawan-olah-limbah-gergajian-kayu-jadi-kotak-kayu.html
Comments
Loading...