Kerajinan Kotak Tisu Dari Pelepah Pisang Temanggung

0 1.045

Kerajinan dari pelepah pisang mungkin masih asing di telinga kita. Memang bagi sebagian orang pelepah pisang dianggap hanya sebagai sampah kering yang berguna. Namun kini di tangan orang-orang kreatif pelepah pisang menjadi sebuah kerajinan tangan yang unik dan bernilai ekonomi tinggi.

Saat ini banyak sekali benda-benda unik yang dibuat dari bahan dasar pelepah pisang kering. Cara membuat kerajinan tangan dari bahan ini tidaklah terlalu sulit, kamu cukup membuat desain awal benda yang ingin dibuat. Setelah itu tentu saja siapkan peralatan serta bahan yang dibutuhkan sebagai pelengkap bahan utama yaitu pelepah pisang kering. produk ini telah mempunyai pasar ekspor melalui pedagang-pedagang. Kapasitasnya cukup besar dan dapat memenuhi pesanan dengan tepat waktu. tempat produksi berada di wilayah Kecamatan Kedu, Bulu, Ngdirejo, Bansari, Kandangan dan Jumo, Kabupaten Temanggung. Pelepah pisang dapat di anyam dengan beraneka ragam betuk .

Kotak Tisu Dari Pelepah Pisang

Untuk membuat sebuah lukisan dari pohon pisang kamu bisa menggunakan triplek sebagai media tempat melukis. Atau bisa juga menggunakan media lain seperti karton tebal, kayu dan lain-lain. Untuk menempelkan pelepah pada media kamu bebas menggunakan cara apa saja, tetapi yang harus diperhatikan adalah sebelum menempelkan pelepah pisang tersebut ada media sebaiknya kamu membuat desain lukisan yang akan dibuat pada media.

Untuk membuat kerajinan dari tempat tisu kamu bisa mempersiapakan bahan serta peralatan yang diperlukan seperti kardus tisu bekas, lem kayu, biji-bijian, dedaunan dan bahan utamanya pelepah pisang yang sudah disetrika.

Cara membuat kerajinan ini dengan cara menyayat tipis pelepah pisang lalu keringkan setelah itu kamu bisa menempelkan pelepah pisang pada kardus bekas tisu. Itulah kerajinan dari pelepah pisang serta tips cara membuatnya agar bisa menghasilkan hasil kreasi yang unik dan juga indah.

Source Kerajinan Kotak Tisu Dari Pelepah Pisang Kerajinan Kotak Tisu Dari Pelepah Pisang
Comments
Loading...