Kerajinan Kreatif Karya Napi Di Lapas Pasuruan

0 190

Kerajinan Kreatif Karya Napi Di Lapas Pasuruan

Kesamaan nasib. Itulah yang jadi alasan keenam warga binaan Lapas Klas IIB Pasuruan untuk membuat sebuah komunitas. Tentu apa yang mereka lakukan sangat positif. Mereka membentuk kelompok yang terdiri atas penghuni Blok D4. Kelompok ini membuat sebuah karya yang kreatif berupa kerajinan tangan.

Ketimbang kelima temannya, Priyanto merupakan narapidana tertua. Usianya sekitar 38 tahun. Lainnya tentu lebih muda. Di antaranya Topan Aji Saputra, 34; Sugeng Hariyadi, 33; Khoirul Anam, 25; Ahmad Rofi’i, 24; dan Rizky Syaiful Anwar, 24.

Mereka mempunyai latar belakang perkara yang berbeda-beda. Mereka juga bukan berasal dari kota yang sama. Namun, keenam narapidana itu sudah seperti kesatuan anggota keluarga. Mereka dipersatukan oleh bidang keahlian yang dipupuk mulai dari titik nol.

Keenam narapidana itu merupakan kelompok kerajinan yang ada di Lapas. Mereka menghuni Blok D4. Oleh karena itu, saat ditanya apa nama kelompok mereka, “Kelompok D4” langsung terlontar dari mulut Ahmad Rofi’i. Ya, blok tersebut memang cukup berbeda dengan blok lain.

Perbedaannya tak lain karena blok yang terletak di sisi utara itu, lebih banyak ditemui warga binaan yang kreatif. Sugeng Hariyadi menuturkan, potensi kerajinan itu sejatinya tak hanya bisa dikembangkan segelintir orang. Ia bahkan menegaskan, setiap orang bisa saja memiliki keterampilan khusus.

“Asalkan mau mencoba, siapapun bisa kreatif kok,” kata dia. Sugeng sendiri, mulai tergerak untuk mengikuti warga binaan yang telah menyemai kreativitas lebih dulu karena satu hal. Yakni, ketika Sugeng melihat begitu banyaknya tumpukan sampah yang terbuang sia-sia.Kebanyakan dari sampah itu, merupakan limbah koran, kardus, bungkus rokok, maupun bungkus snack. Mulanya, Sugeng tak begitu menaruh minat terhadap kerajinan tangan. Latar belakang pekerjaannya sebagai montir, jauh lebih membuatnya terbiasa dengan pekerjaan berat.

“Tapi, lama kelamaan jadi eman, saya pun ikut-ikutan teman yang lebih dulu membuat kerajinan,” ujar Sugeng. Menurut dia, hal itu tak hanya dilakukan untuk meminimalisasi keberadaan sampah. Melainkan juga menjaga waktu luangnya agar tak berlalu begitu saja. Terpenting lagi, Sugeng yang merupakan warga Surabaya itu kerap merasa jauh dari keluarga.

Hal itu kemudian diamini oleh Topan. Namun, masuknya Topan pada kelompok D4 sedikit berbeda. Ia justru teringat anaknya yang masih berusia empat tahun. Kala itu, Topan memikirkan tumbuh kembang si anak yang sudah mulai mengerti beragam mainan anak.

Ketiga miniatur itu, kemudian diberikan ke anaknya saat mengunjunginya. Harapan Topan, agar si anak mempunyai mainan baru tanpa harus membeli di toko-toko. Sebab, ia menyadari dirinya yang berada di penjara, tak bisa berbuat banyak untuk urusan ekonomi.

Selain itu, Kelompok D4 juga kerap membuat miniatur untuk dikomersilkan. Pembelinya, bukan hanya warga binaan lainnya. Akan tetapi juga keluarga warga binaan yang tertarik saat membesuk. Hingga saat ini, ratusan miniatur telah dibuat. Terdiri atas perahu, motor, pesawat, dan beragam alat transportasi lain.

Selain itu, mereka juga lihai membentuk celengan menyerupai berbagai macam hewan. “Terakhir, kita buat celengan berbentuk gajah. Itu sangat kuat, meski diduduki orang dewasa tidak pecah,” jelas Priyanto.

Hasil penjualan dari karya mereka, dikumpulkan. “Jadi, ada semacam kas kelompok,” tambah Priyanto. Begitu uangnya terkumpul, pengelolaannya pun digunakan untuk bersama-sama. “Kalau sedang butuh gula ya dibelikan gula, kalau sedang butuh rokok ya dibelikan rokok,” kata dia.

Meski begitu, mereka tak segan berbagi. Setiap penghasilan kelompok, bahkan digunakan untuk seluruh penghuni kamar Blok D4.

Kepala Lapas IIB Pasuruan Arimin mengapresiasi kreativitas warga binaannya. Ia sendiri mengaku takjub dengan buah tangan keenam narapidana tersebut. Bahkan, kata dia, tak jarang pegawai Lapas yang mengoleksi karya narapidana.

“Harapan kami, mereka bisa kembali diterima di tengah-tengah masyarakat nanti. Dengan keterampilan itu, kami juga berharap agar bisa dijadikan modal apabila mereka serius mau membuka peluang usaha melalui keterampilan tangan itu,” jelasnya.

Source https://radarbromo.jawapos.com https://radarbromo.jawapos.com/read/2018/05/22/75335/inilah-kelompok-d4-warga-binaan-kreatif-di-lapas-klas-iib-pasuruan
Comments
Loading...