Kerajinan Krisan Di Kawasan Tanah Merah Kenjeran

0 119

Kerajinan Krisan Di Kawasan Tanah Merah Kenjeran

Krisan adalah nama produk kerajinan tangan yang berasal dari bahan kulit dan batang bawang putih. Kerajinan unik ini dikembangkan Muslikah, di rumahnya, kawasan Tanah Merah IV Kenjeran, Surabaya.

“Dulu saat awal memberi nama, yaitu Mawar Putih. Tetapi saat pembuatan nama, Mawar Putih sudah ada yang memakai, akhirnya saya pilih nama Krisan. Nama krisan berawal dari bentuk bunga yang saya buat dari batang bawang putih,” jelas Muslikah, di rumahnya, belum lama ini.

Kerajinan dari kulit dan batang bawang putih ini dimulai pada tahun 2010, ketika Muslikah harus mengikuti lomba di kecamatan bersama ibu-ibu sekitar. Dia melihat banyak tumpukan limbah bawang putih, yaitu kulit dan batang bawang putih di depan rumah dan sebelah rumahnya.

Hal itu dikarenakan tetangga Muslikah penjual mie dan kerupuk. Dari situlah limbah didapat. “Kebanyakan sampah bawang putih itu kulitnya, batangnya cuma sedikit. Untuk mendapatkan kulit bawang putih dari sekitar sini saja, sedangkan batangnya beli di Pasar Pabean. Satu karung Rp. 10.000,” jelasnya.

Muslikah mengikuti lomba pahlawan ekonomi tingkat Surabaya setelah memenangi lomba di tingkat kecamatan. “Setelah lomba danmendapatkan juara 1 di kecamatan, saya diajukan Pak Camat untuk maju ke lomba tingkat Surabaya. Ternyata saya juga mendapatkan juara 1. Waktu itu jurinya dari Mirota, langsung diambil sama Mirota dan dijual disana sampai sekarang,” aku dia.

Mulai saat itu Muslikah rajin mengikuti pameran-pameran. Dari situlah dia mendapatkan konsumen-konsumen mulai dari Surabaya sendiri sampai luar kota. “Waktu itu ada yang dari Gorontalo ambil ke rumah sekitar 100 pcs,” tambahnya.

Jenis produk Krisan, Muslikah membuat bunga krisan, bros krisan, rangkaian bunga krisan, tatakan dan tutup gelas krisan, celengan dan tempat pensil. Harganya mulai dari Rp. 10.000 sampai dengan Rp. 200.000. “Semua produk ini saya buat full handmade, dibantu dengan suami saya. Saya selalu membuat inovasi baru karena setiap ada pameran harus ada produk baru,” jelas dia.

Pemasarannya dititipkan di Sentra UKM Merr, Balai Kota, dan semua Carefour. Muslikah juga menerima pesenan. Biasanya untuk pemesanan itu rangkaian bunga, souvenir pernikahan, dan bunga krisan yang biasanya dijual di wisuda.

Untuk omzet perbulan, Muslikah tidak bisa menyebutkan. “Saya gak bisa menyebutkan berapa kisaran omzet. Karena tidak pernah tentu penjualan dan pendapatan. Tapi selalu ada yang beli atau pesan. Apalagi kalau souvenir pernikahan biasanya sampai 600 pcs. Untuk khitanan juga ada yang pesan tempat pensil sekitar 50 pcs,” aku dia.

Muslikah mengaku senang karena modal yang sedikit, yaitu modal limbah yang tidak terpakai bisa membantu perekonomian keluarganya.

Source https://www.bangsaonline.com https://www.bangsaonline.com/berita/27390/krisan-kerajinan-dari-kulit-dan-batang-bawang-putih-nan-elok
Comments
Loading...