Kerajinan Kuda Kepang Di Boyolali

0 241

Kerajinan Kuda Kepang Di Boyolali

Beragam cara dapat dilakukan untuk mempertahankan seni tradisi, salah satunya yakni produksi kuda lumping seperti yang dilakukan Waluyo Sejati di desanya Pentur, Simo, Boyolali, sebuah desa yang berjarak sekitar 30 KM sebelah barat kota Solo.

Dengan memanfaatkan sumber daya dari kampungnya, produksi kuda lumping dilakukan dengan melibatkan para remaja dan ibu-ibu rumah tangga yang kesehariannya memang membuat kerajinan bambu seperti besek dan tampah.

 “Mempertahankan dan mengembangkan seni tradisi dengan kemampuan yang ada, itu yang bisa saya lakukan. Apalai di Desa Pentur memiliki banyak bahan baku berupa bambu yang bisa dikembangkan menjadi barang kerajinan.” Ucap waluyo disela-sela pembuatan kuda lumping.

Proses produksi Kuda Lumping dimulai dari mencari bahan bambu pilihan, setelah itu bambu-bambu tersebut dibuat iratan yakni lembaran bambu sebagai bahan anyaman. Setelah itu iratan yang sudah dibuat kemudian dianyam sesuai kebutuhan ukuran dan pola kuda lumping. Ukuran kuda lumping bisa tergantung pemakaiannya, untuk anak-anak atau dewasa.

Setelah bentuk anyaman kuda lumping jadi, proses selanjutnya yaitu penggapitan, yakni menambah bilahan-bilahan bambu sebagai penguat anyaman kuda lumping. Setelah proses ini selesai baru dilakukan pewarnaan dan penambahan asesoris lainnya seperti rambut yang terbuat dari ijuk, mata maupun hiasan lainnya.

Harga kuda lumping produksi Waluyo paling rendah dibandrol dengan harga 250 ribu hingga 750 ribu. Hal ini tergantung dari bahan, ukuran, jumlah pemesanan dan juga aksesoris yang digunakan.

Desa Pentur memang banyak dikenal sebagai tempat pengrajin bambu, warga masyarakat yang tidak merantau biasanya membuat kerajinan bambu berupa besek, kepang, tampah, kukusan dan lainnya.

“Saya menginginkan desa ini benar-benar menjadi sentra industri bambu, kerajinan yang sudah ada harus dikembangkan sehingga mempunyai nilai ekonomi yang lebih baik, dimulai dari produksi kuda lumping harapannya anak muda tak banyak yang merantau jadi desa menjadi ramai” ujar waluyo yang juga telah membuat grup kesenian reog di Desa Pentur ini.

Source https://kesolo.com https://kesolo.com/produksi-kuda-lumping-waluyo-mempertahankan-seni-tradisi/
Comments
Loading...